← Beranda
Kreativitas Anak Terancam karena Usia 5 -11 Tahun Sudah Terpapar Gadget 3,5 Jam Sehari
Dimas ChoirulMinggu, 28 Juni 2026 | 18.36 WIB
Ilustrasi anak main gadget. Era digital membuat para orang tua sulit menjauhkan anak dari gadget.

 

JawaPos.com - Keseharian anak semakin dekat dengan layar. Kebiasaan itu membuat ruang kreatif offline menjadi semakin berkurang. Padahal ruang kreatif offline sangat penting untuk membantu anak lebih aktif berimajinasi dan berekspresi.

Berdasar data IMGR 2026, anak usia 5 - 11 tahun menghabiskan rata-rata 2,8 - 3,5 jam waktunya per hari dengan menggunakan gadget.

Laporan OECD 2024 mencatat skor creative thinking siswa Indonesia masih berada di angka 19 dari 60, lebih rendah dari rerata OECD sebesar 33.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan lebih banyak ruang kreatif bagi anak Indonesia, bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk menyeimbangkan keseharian mereka dengan aktivitas yang mendorong anak lebih aktif berkarya, berekspresi, dan menggunakan imajinasinya secara langsung.

Baca Juga: Toy Story 5 Angkat Isu Kecanduan Gadget Anak yang Menjadi Kekhawatiran Banyak Orang Tua Masa Kini

Berangkat dari kebutuhan tersebut, sebuah program nasional yang mengajak anak-anak Indonesia menghadirkan warna baru bagi Indonesia melalui ekspresi kreatif hadir bertajuk Generasi Ceria Warnai Indonesia.

Tahun ini, Subang menjadi kota pertama dari rangkaian kegiatan di 10 kota Indonesia, dengan lebih dari 1.000 peserta anak beserta orang tua yang antusias mengikuti acara di Gedung Serbaguna Mulia, Kota Subang.

Memasuki tahun ke-4 penyelenggaraannya, ruang ini bukan hanya dihadirkan sebagai lomba mewarnai dan menggambar, tetapi juga sebagai ruang bagi anak untuk menuangkan ide, memilih warna, membangun cerita visual, dan menunjukkan cara mereka melihat Indonesia melalui imajinasi mereka sendiri.

“Anak-anak hari ini tumbuh di tengah arus konten digital yang sangat cepat. Karena itu, kami percaya anak juga membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dari sekadar mengonsumsi konten, lalu mulai berkarya, memilih warna, menggambar cerita, dan mengekspresikan idenya sendiri,” ujar Marketing Manager Kodomo, Liana, dikutip Sabtu (27/6).

Baca Juga: 5 Cara Seru Isi Liburan Anak Bebas Gadget ala Era 90-an Menurut Psikologi

Dengan tema besar untuk menghidupkan warna-warni anak Indonesia, inisiatif ini mengajak anak-anak dari berbagai kelompok usia untuk mengekspresikan imajinasi, perasaan, rasa cinta kepada Indonesia, dan cita-cita mereka melalui karya visual.

Peserta dibagi ke dalam tiga kategori usia, yaitu Kategori A untuk PAUD/Taman Kanak-Kanak, Kategori B untuk kelas 1–3 Sekolah Dasar, dan Kategori C untuk kelas 4–6 Sekolah Dasar.

Selain lomba mewarnai dan menggambar, rangkaian acara di Subang juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan untuk anak serta orang tua. Anak-anak dan keluarga dapat menikmati penampilan bintang tamu Quinn Salma, penampilan murid-murid sekolah lokal, talkshow bersama Quinn Salma dan juri dari Institut Kesenian, serta aktivitas gratis di booth, termasuk keramas gratis dan pemeriksaan gigi gratis untuk anak-anak.

Quinn membagikan pengalamannya tentang bagaimana kreativitas dapat diasah sejak dini melalui hal-hal sederhana, mulai dari berani mencoba, banyak mengamati sekitar, hingga tidak takut menuangkan ide ke dalam karya.

Menurut dia, kreativitas itu tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Anak-anak bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilih warna yang mereka suka, menggambar hal yang mereka lihat, atau menceritakan perasaan mereka lewat karya.

"Yang penting adalah berani mencoba dan percaya bahwa setiap anak punya cara sendiri untuk berkarya,” ujar Quinn Salma.

Baca Juga: Lingkungan Pendidikan Wajib Aman! Gus Miftah Soroti Aksi Bullying hingga Kecanduan Gadget di Lingkungan Pendidikan Pesantren

Melalui kegiatan itu, pihaknya ingin menegaskan bahwa kreativitas dan kesehatan anak perlu berjalan beriringan. Oleh karena itu, selain menghadirkan ruang ekspresi melalui lomba mewarnai dan menggambar, pihaknya juga menyediakan aktivitas edukasi dan layanan gratis seperti pemeriksaan gigi serta keramas gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan anak.

“Kami berharap Generasi Ceria Warnai Indonesia dapat menjadi pengalaman yang membekas bagi anak dan keluarga, sekaligus menjadi kontribusi kecil untuk mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih kreatif, percaya diri, sehat, dan ceria,” tambah Liana.

EDITOR: Ilham Safutra