JawaPos.com - Kehadiran bayi sering kali membawa kebahagiaan besar dalam hidup seorang perempuan.
Namun di balik perhatian yang sepenuhnya tertuju pada si kecil, banyak ibu tanpa sadar mulai mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri.
Pertanyaan tentang kondisi bayi terus berdatangan, sementara kondisi fisik dan mental sang ibu justru kerap terlupakan.
Padahal, masa setelah melahirkan bukan hanya soal merawat bayi, tetapi juga proses penyesuaian emosional dan mental yang sangat besar bagi seorang ibu.
Perubahan rutinitas, kurang tidur, hingga tekanan untuk menjadi “ibu sempurna” dapat membuat banyak perempuan kehilangan waktu untuk dirinya sendiri.
Memprioritaskan diri setelah melahirkan bukan tindakan egois.
Sebaliknya, hal tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan mental, kestabilan emosi, dan kualitas hubungan dengan keluarga.
Berikut 10 cara yang dapat membantu Anda kembali terhubung dengan diri sendiri setelah menjalani fase kehamilan dan persalinan yang dihimpun dari yourtango.com pada Sabtu (09/06).
1. Luangkan Waktu untuk Merawat Diri Sendiri
Perawatan diri tidak harus selalu identik dengan liburan mewah atau perawatan mahal.
Bahkan waktu 15 menit untuk mandi dengan tenang, menikmati kopi hangat, atau duduk tanpa gangguan sudah bisa memberikan efek positif bagi kesehatan mental Anda.
Hal terpenting dari self-care adalah niat untuk memberikan ruang bagi diri sendiri.
Aktivitas sederhana seperti menulis jurnal, memakai riasan, membaca buku favorit, atau berjalan santai dapat membantu Anda merasa kembali menjadi diri sendiri.
Kebiasaan kecil tersebut mampu mengurangi stres dan membantu ibu lebih stabil secara emosional.
Ketika kondisi mental lebih baik, Anda juga akan lebih siap menghadapi rutinitas mengasuh anak setiap hari.
2. Habiskan Waktu dengan Orang yang Membawa Energi Positif
Setelah melahirkan, dukungan sosial memiliki peran yang sangat penting.
Anda tidak membutuhkan banyak teman, tetapi membutuhkan orang-orang yang benar-benar peduli dan mampu memberikan kenyamanan emosional.
Berkumpul bersama keluarga atau sahabat yang suportif dapat membantu mengurangi rasa kesepian selama masa postpartum.
Kehadiran mereka membuat Anda merasa tetap dihargai sebagai individu, bukan hanya sebagai ibu.
Percakapan sederhana, berjalan santai bersama teman, atau panggilan video singkat ternyata mampu membantu menjaga kesehatan mental dan memperbaiki suasana hati secara perlahan.
3. Sediakan Waktu Berdua dengan Pasangan
Hubungan dengan pasangan sering berubah setelah hadirnya anak.
Rutinitas mengurus bayi membuat banyak pasangan kehilangan waktu berkualitas bersama.
Karena itu, penting untuk tetap menyediakan waktu khusus berdua meski hanya sebentar.
Tidak harus pergi keluar rumah, Anda bisa sekadar berbincang tanpa gangguan ponsel atau menikmati makan malam sederhana bersama.
Koneksi emosional yang tetap terjaga akan membantu hubungan menjadi lebih kuat di tengah perubahan besar dalam kehidupan keluarga.
4. Cari Aktivitas Menyenangkan Bersama Bayi
Mengasuh bayi memang melelahkan, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa menikmati prosesnya.
Cobalah mencari aktivitas baru yang menyenangkan bersama si kecil.
Anda dapat mengikuti kelas bayi, berjalan santai menggunakan stroller, atau sekadar membuat momen lucu di rumah.
Aktivitas seperti ini membantu menciptakan pengalaman positif selama masa awal menjadi orang tua.
Selain mempererat hubungan dengan bayi, kegiatan menyenangkan juga membantu mengurangi kejenuhan akibat rutinitas yang monoton.
5. Tetap Buat Tujuan dan Impian Pribadi
Menjadi ibu bukan berarti Anda harus melupakan impian pribadi.
Keinginan untuk berkembang, bekerja, belajar, atau membangun sesuatu tetap penting untuk dipertahankan.
Mulailah dengan menetapkan target kecil yang realistis.
Tidak perlu terburu-buru, tetapi tetap memiliki arah hidup akan membantu Anda merasa lebih bersemangat menjalani hari.
Tujuan pribadi membuat hidup terasa lebih bermakna dan membantu Anda keluar dari fase bertahan hidup yang sering dirasakan setelah melahirkan.
6. Terima Perubahan dalam Diri dengan Perlahan
Tubuh, emosi, dan pola hidup setelah melahirkan memang akan berubah.
Ada hari ketika Anda merasa kuat, tetapi ada juga saat merasa lelah dan emosional tanpa alasan jelas.
Perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses menjadi ibu.
Karena itu, penting untuk berhenti membandingkan diri dengan standar orang lain di media sosial maupun lingkungan sekitar.
Belajar menerima perubahan akan membantu Anda lebih tenang menjalani masa postpartum tanpa tekanan berlebihan.
7. Belajar Mengatakan Tidak
Setelah memiliki anak, energi dan waktu Anda menjadi jauh lebih terbatas.
Oleh karena itu, penting untuk mulai menetapkan batasan terhadap hal-hal yang membuat Anda kelelahan.
Anda tidak harus selalu menerima kunjungan, menghadiri acara, atau memenuhi ekspektasi semua orang.
Mengatakan “tidak” bukan berarti bersikap buruk, melainkan bentuk menjaga kesehatan diri sendiri.
Batasan yang sehat membantu Anda memiliki energi lebih untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
8. Penuhi Kebutuhan Tubuh dengan Baik
Tubuh Anda telah bekerja sangat keras selama kehamilan dan persalinan.
Karena itu, kebutuhan nutrisi dan istirahat perlu menjadi prioritas utama.
Tidak perlu menjalani pola makan sempurna atau memaksakan diet tertentu.
Fokuslah pada makanan yang membuat tubuh terasa lebih bertenaga dan nyaman.
Makan dengan cukup, minum air putih, dan beristirahat ketika memungkinkan merupakan bentuk penghargaan terhadap tubuh sendiri setelah melalui proses besar menjadi seorang ibu.
9. Kembali Menjalani Hobi yang Disukai
Sebelum menjadi ibu, tentu Anda memiliki aktivitas favorit yang membuat bahagia.
Sayangnya, banyak perempuan meninggalkan hobinya setelah memiliki anak.
Padahal, meluangkan waktu untuk kembali membaca, menulis, memasak, melukis, atau olahraga ringan dapat membantu mengembalikan identitas diri yang sempat hilang.
Hobi membantu menjaga kesehatan mental sekaligus memberikan ruang bagi Anda untuk menikmati hidup di luar rutinitas mengurus anak.
10. Jangan Takut Meminta Bantuan
Banyak ibu merasa harus mampu melakukan semuanya sendiri.
Padahal, meminta bantuan bukan tanda kelemahan.
Anda bisa meminta bantuan pasangan, keluarga, sahabat, atau tenaga profesional ketika merasa kewalahan secara fisik maupun emosional.
Dukungan dari orang lain sangat penting untuk menjaga keseimbangan mental selama masa postpartum.
Ingatlah bahwa Anda juga berhak mendapatkan perhatian dan bantuan.
Semakin sehat kondisi Anda, semakin baik pula kualitas perhatian yang dapat diberikan kepada keluarga dan anak.