JawaPos.com – Anak-anak memang peniru yang ulung. Biasanya mereka akan melakukan atau meniru kebiasan yang dilihat atau didengar secara langsung. Termasuk meniru adab atau etika yang diperlihatkan orang tua dan orang sekitarnya.
Untuk mengajarkan adab pada anak, orang tua bisa melakukannya lewat hal yang disukai anak-anak. Salah satunya melalui tayangan atau serial kartun yang memiliki nilai edukasi.
Misalnya lewat serial animasi seperti Nussa yang memperlihatkan nilai-nilai adab dengan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari. Cerita yang ringan justru seringkali lebih mudah dipahami, karena anak merasa sedang melihat pengalaman yang mirip dengan dirinya sendiri. Setidaknya ada 4 cara orang tua untuk mengajarkan adab pada anak lewat serial Nussa.
Baca Juga: Simak Jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Ciamis Besok Jumat, 1 Mei 2026
1. Mengajarkan Rasa Syukur dari Hal Sederhana
Dalam cerita Hujan, anak-anak diajak melihat hujan dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar cuaca, tetapi sebagai bentuk rahmat dan kebaikan dari Tuhan. Durasi yang singkat, tidak sampai 4 menit, membuat pesan ini mudah diterima. Anak belajar bahwa hal kecil seperti hujan pun bisa menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
2. Mengenalkan Adab dan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini
Melalui cerita Menjaga Wudhu, anak-anak diperkenalkan pada makna wudhu, termasuk hal-hal yang dapat membatalkannya. Disampaikan dengan cara yang ringan, anak tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mulai mengerti alasan di baliknya yaitu tentang kebersihan, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai ini berakar dari ajaran Islami, tapi juga relevan secara universal dalam membentuk kebiasaan baik sejak kecil.
3. Mengajarkan Makna Kebaikan Lewat Hal yang Dekat
Cerita 1 Huruf 10 Kebaikan menghadirkan kisah sederhana tentang Nussa yang bertemu dengan penjual pisang di pasar yang rajin membaca Al-Qur’an. Dari pertemuan tersebut, kisah berkembang menjadi pemahaman bahwa satu kebaikan kecil dapat membawa dampak yang lebih besar dan mengalir kepada orang lain.
Nilai yang diangkat menunjukkan bagaimana kebiasaan berbuat baik dapat menular dan berlipat ganda. Pesan ringan dan relevan secara universal yang ingin diangkat adalah, kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Justru tindakan sederhana yang dilakukan dengan konsisten sering kali membawa dampak yang lebih luas bagi orang di sekitar.
4. Belajar Menepati Janji dan Mengelola Emosi
Dalam cerita Janji Manis, Rarra, seorang anak kecil merasa dijanjikan hadiah oleh ayahnya yang sedang sibuk bekerja. Situasi ini sangat relatable bagi banyak keluarga. Cerita ini tidak hanya mengajarkan pentingnya menepati janji, tetapi juga menunjukkan bahwa orang tua dan anak sama-sama bisa belajar mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memahami perasaan satu sama lain. Di saat yang sama, anak juga diajak untuk mensyukuri kehadiran orang tua di tengah kesibukan mereka.