JawaPos.com - Saya selalu berpikir bahwa pelukan adalah bahasa universal, selimut kenyamanan, kehangatan, dan koneksi.
Tetapi, pernahkah Anda mencoba memeluk seseorang, hanya untuk merasakan ketidaknyamanan mereka? Mungkin Anda adalah orang yang menghindar dari kontak yang begitu dekat?
Inilah jawabannya.
Orang yang merasa tidak nyaman dipeluk tidak selalu karena mereka adalah tipe orang yang 'tidak mudah tersentuh'. Mungkin ada pengalaman tertentu dari masa lalu mereka yang mempengaruhi perilaku ini.
Menarik, bukan?
Jadi, jika Anda penasaran mengapa beberapa orang mungkin menggeliat saat membayangkan pelukan atau tertarik untuk memahami ketidaknyamanan Anda sendiri, tetaplah membaca saat kami menyelidiki tujuh pengalaman masa kecil yang mungkin menjadi penyebabnya.
Ini bukan tentang menuding atau menyalahkan. Ini tentang menumbuhkan pemahaman dan kasih sayang - sesuatu yang kita semua bisa gunakan lebih banyak, bukan?
Ingat, perjalanan setiap orang itu unik. Ini bukanlah pernyataan umum, namun merupakan benang merah yang dapat membantu kita menyatukan beberapa hal yang masih mengganjal atau menjawab beberapa pertanyaan yang belum terjawab.
Dikutip dari geediting pada Selasa (22/4), mari kita bahas ini bersama-sama, ya?
1) Kurangnya kasih sayang fisik selama masa kanak-kanak
Bukankah menarik, bagaimana pengalaman hidup kita di masa kecil membentuk diri kita dengan cara yang tidak bisa kita pahami?
Satu benang merah di antara mereka yang menghindar dari pelukan adalah kurangnya kasih sayang fisik selama tahun-tahun awal mereka.
Bayangkan ini.
Seorang anak yang jarang menerima pelukan, ciuman, atau tepukan di punggung dapat tumbuh dengan mengasosiasikan sentuhan dengan keanehan atau ketidaknyamanan.
Ini bukan berarti mereka secara inheren 'anti-pelukan'; ini sederhana - zona nyaman mereka tidak pernah diperluas untuk memasukkan bentuk koneksi ini.
Dan hei, tidak apa-apa!
Pola asuh setiap orang itu unik, dan membentuk preferensi dan batasan kita dengan cara yang berbeda.
Mengenali pengalaman ini membantu kita memahami diri kita sendiri dan orang lain dengan lebih baik. Lagipula, bukankah itu yang dimaksud dengan koneksi?
2. Mengalami bentuk kasih sayang yang mengganggu atau sombong
Mari kita bahas sedikit tentang hal yang lebih pribadi. Ketika saya masih kecil, saya memiliki seorang bibi yang terlalu penyayang. Setiap pertemuan keluarga, dia akan membekap saya dengan ciuman dan pelukan yang terasa lebih mencekik daripada menghibur. Itu tidak bermaksud buruk, tetapi terasa invasif.
Mungkin Anda pernah mengalami hal ini?
Mungkin Anda pernah memiliki pengalaman serupa, di mana kasih sayang, meskipun bermaksud baik, namun terasa terlalu mengganggu atau sombong. Hal ini bisa menciptakan reaksi defensif terhadap pelukan atau bentuk kontak fisik yang serupa di kemudian hari.
Ini bukan tentang menyimpan dendam, tetapi memahami reaksi kita dan menetapkan batasan yang menghormati tingkat kenyamanan kita. Dan itu tidak apa-apa. Bagaimanapun juga, kita semua memiliki hak untuk menentukan ruang pribadi kita.
3. Menghadapi trauma atau pelecehan
Terkadang, alasan mengapa sebuah pelukan menjadi tidak nyaman sangatlah dalam, jauh lebih dalam dari yang kita bayangkan.
Trauma atau pelecehan, terutama selama tahun-tahun masa kanak-kanak, dapat meninggalkan dampak yang bertahan lama. Hal ini dapat mendefinisikan kembali apa arti sentuhan bagi seseorang - mengubahnya dari isyarat cinta menjadi pemicu kenangan yang menyakitkan.
Dan ini adalah hal yang sulit untuk dibicarakan, bukan?
Tetapi sangat penting untuk diakui. Kita harus ingat bahwa setiap orang membawa kisah mereka sendiri, luka mereka sendiri. Jadi, lain kali jika Anda bertemu dengan teman yang 'tidak mau memeluk', ingatlah - mungkin saja ada sejarah yang tidak Anda ketahui.
Yang paling penting? Hormati batasan mereka. Validasi perasaan mereka. Dan biarkan mereka tahu bahwa mereka dilihat lebih dari sekadar gerakan fisik kasih sayang. Karena pengertian dan empati? Keduanya adalah bahasa universal juga.
4. Tumbuh dalam budaya atau keluarga yang tidak ekspresif
Pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana latar belakang budaya kita memengaruhi tingkat kenyamanan kita dengan kasih sayang fisik?
Dalam beberapa budaya, gagasan tentang ruang pribadi sangat dijunjung tinggi. Pelukan dan bentuk sentuhan serupa dicadangkan untuk situasi tertentu atau hubungan dekat.
Demikian pula, sebuah keluarga yang lebih pendiam dalam mengekspresikan kasih sayang dapat mempengaruhi kenyamanan seseorang dengan pelukan.
Pikirkanlah tentang hal ini.
Jika keluarga Anda jarang bertukar pelukan, mungkin akan terasa aneh atau bahkan mengganggu ketika seseorang mencoba memeluk Anda.
Tapi ingat, ini bukan tentang menghakimi atau mengubah budaya atau keluarga ini. Ini adalah tentang memahami berbagai cara orang mengekspresikan hubungan dan rasa hormat. Itu sendiri adalah hal yang indah, bukan?
5. Memiliki temperamen yang sangat sensitif
Tahukah Anda bahwa sebagian orang terlahir dengan temperamen yang sangat sensitif?
Ini berarti mereka merasakan berbagai hal dengan lebih intens, termasuk sentuhan fisik. Jadi, bagi mereka, sebuah pelukan sederhana bisa menjadi pengalaman sensorik yang luar biasa.
Sekarang, bayangkan tumbuh di dunia di mana setiap sentuhan terasa diperkuat. Pelukan dari seorang teman yang bermaksud baik di sebuah pesta yang ramai? Itu bisa menjadi pengalaman sensorik yang berlebihan, membuat mereka ingin mundur.
Ini seperti menjalani hidup dalam definisi tinggi - setiap suara, penglihatan, dan sentuhan menjadi lebih hidup, lebih intens.
Jadi, lain kali Anda melihat seseorang menarik diri dari sebuah pelukan, ingatlah - mereka mungkin sedang memproses dunia dalam definisi tinggi. Dan itu cukup menakjubkan dengan caranya sendiri.