← Beranda
Mobil Listrik dan Hybrid Makin Canggih, Modifikasi Lampu Tak Bisa Sembarangan
Dony Lesmana Eko Putra• Jumat, 16 Oktober 2026 | 15.31 WIB
Ilustrasi sebuah mobil listrik terparkir di garasi rumah. (Istimewa)

JawaPos.com - Modifikasi lampu pada mobil modern membutuhkan perhatian lebih besar dibandingkan sekadar mengganti perangkat pencahayaan. Pasalnya, sebagian kendaraan terbaru telah menggunakan sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan modul kontrol elektronik.

Kondisi tersebut membuat pemilik mobil perlu lebih selektif ketika memilih produk lampu aftermarket maupun bengkel yang menangani pemasangannya.

Menurut Pendiri Yoong Motor Group Indonesia, sekaligus praktisi modifikasi lampu mobil Yomin Sugianto, saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (16/10) menjelaskan, perubahan pada sistem pencahayaan harus mempertimbangkan karakteristik kelistrikan masing-masing kendaraan.

Hal ini berlaku terutama ketika pemasangan melibatkan penambahan perangkat, perubahan rangkaian, atau penggantian komponen lampu bawaan.

Baca Juga: Tren Modifikasi Lampu Mobil Makin Populer, Pasar Aftermarket Indonesia Terus Berkembang

"Pada sejumlah kendaraan modern, fungsi pencahayaan dikendalikan atau dipantau oleh sistem elektronik," ujarnya.

Salah satu komponen yang digunakan pada berbagai model adalah Body Control Module (BCM), yang mengatur sejumlah fungsi kelistrikan bodi kendaraan.

Karena itu, perubahan pada rangkaian lampu tidak selalu bisa dilakukan menggunakan pendekatan yang sama untuk semua mobil. Installer perlu memahami skema kelistrikan kendaraan, kebutuhan daya, serta kompatibilitas produk yang akan dipasang.

"Kesalahan dalam pemasangan berpotensi menimbulkan gangguan fungsi pencahayaan maupun masalah pada sistem elektronik tertentu.
Namun, tingkat risiko dan dampaknya bergantung pada arsitektur kelistrikan serta jenis modifikasi yang dilakukan," kata Yomin.

Mobil Listrik dan Hybrid Butuh Pendekatan Tepat

Mobil listrik dan hybrid memiliki sistem elektrifikasi yang berbeda dari mobil konvensional, meskipun perangkat pencahayaan tetap menjadi bagian dari sistem kelistrikan bodi kendaraan.

Dalam melakukan modifikasi, installer harus memahami sistem yang terkait dengan perangkat tersebut dan mengikuti prosedur teknis sesuai spesifikasi pabrikan.

"Pemilik mobil sebaiknya tidak hanya menilai bengkel dari hasil pemasangan atau tingkat terang lampu, tetapi juga dari pemahaman teknis dan prosedur pengerjaannya," kata Yomin.

Pemilihan produk yang kompatibel menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko masalah setelah pemasangan.

Konsumen Perlu Pendapat Penjelasan Sebelum Pemasangan

Sebelum modifikasi dilakukan, bengkel sebaiknya menjelaskan jenis produk yang akan digunakan, fungsi perangkat, serta perubahan yang diperlukan pada sistem kelistrikan kendaraan.

Setelah pengerjaan selesai, konsumen juga perlu mendapatkan informasi mengenai hasil pemeriksaan fungsi lampu dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama pemakaian.

Transparansi tersebut penting agar pemilik kendaraan memahami perubahan yang dilakukan pada mobilnya.

Dengan semakin kompleksnya teknologi kendaraan, kompetensi installer menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas modifikasi lampu sekaligus mempertahankan fungsi sistem bawaan kendaraan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra