JawaPos.com - Saat ini banyak pilihan tempat untuk memperbaiki mobil listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Pilihan ini termasuk perbaikan modul baterai yang bervariasi.
Jasa perbaikan itu tak hanya ditawarkan oleh jaringan bengkel resmi dari pabrikan. Ada juga bengkel umum yang menawarkan layanan serupa dengan harga yang jelas lebih miring.
Contohnya, ada bengkel di Kabupaten Bekasi yang mengaku mampu merestorasi baterai rusak mulai dari Rp 4 jutaan. Sistem perbaikan menggunakan metode per modul yang dijanjikan efektif.
Perbaikan ini layak dicoba pengguna EV jika garansi pabrikan sudah tidak berlaku lagi. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih bengkel umum.
Melihat fenomena tersebut, sejumlah pabrikan otomotif di Indonesia pun berkomentar. Salah satunya adalah PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) yang memberi pandangan resmi.
Chief Operating Officer PT HMID Fransiscus Soerjopranoto tetap merekomendasikan agar pelanggan melakukan perbaikan di bengkel resmimeski saat ini sudah ada sejumlah bengkel umum yang menawarkan perbaikan EV.
“Hyundai merekomendasikan pelanggan untuk tetap melakukan pengecekan maupun perbaikan kendaraan listrik, termasuk sistem baterai, di jaringan bengkel resmi Hyundai terdekat,” kata Frans saat dihubungi JawaPos.com, Senin (28/9).
Menurutnya, teknisi Hyundai telah mendapatkan pelatihan khusus. Mereka juga didukung dengan peralatan standar global untuk mendiagnosis dan menangani baterai kendaraan listrik secara tepat dan aman.
“Setiap kendaraan dapat memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pemeriksaan langsung oleh teknisi yang memahami sistem kendaraan dan modul baterai secara menyeluruh menjadi langkah yang kami rekomendasikan. Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi kendaraan mereka,” jelasnya.
Sejalan dengan hal itu, PT Chery Sales Indonesia (CSI) juga menyarankan pelanggan agar tetap melakukan perbaikan EV pada jaringan resmi perusahaan.
“Mengenai masalah yang dipertanyakan itu kami menyarankan jika kendaraan masih dalam masa garansi tentunya tidak dilakukan perbaikan diluar dari jaringan resmi bengkel kami,” kata Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit kepada JawaPos.com.
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik Bekas Segera Menumpuk, Regulasi Recycling di Indonesia Belum Siap?
Dia menegaskan bahwa baterai adalah komponen utama kendaraan EV. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan dengan hati-hati dan profesional. “Tentunya perlu penanganan khusus yang lebih baik dilakukan di bengkel resmi kami,” tegasnya. (*)