JawaPos.com - Aki menjadi salah satu komponen penting pada motor, terutama untuk menunjang sistem kelistrikan dan proses menyalakan mesin. Namun, tidak sedikit pengendara yang baru menyadari kondisi aki ketika motor mulai sulit distarter atau sistem kelistrikan tidak bekerja seperti biasanya.
Aki yang cepat tekor tidak selalu disebabkan usia pemakaian. Kebiasaan sehari-hari saat menggunakan dan merawat motor juga bisa membuat daya aki lebih cepat berkurang.
Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa membuat aki motor cepat tekor?
Baca Juga: Timnas Brasil Hampir Tumbang Lawan Australia, Carlo Ancelotti Keluhkan Kondisi Lapangan
1. Motor Jarang Digunakan
Motor yang terlalu lama tidak digunakan tetap bisa mengalami pengurangan daya aki. Sistem kelistrikan tertentu masih membutuhkan sedikit energi meskipun mesin dalam kondisi mati.
Jika motor hanya digunakan sesekali, aki bisa kehilangan daya secara perlahan hingga akhirnya tidak cukup kuat untuk menghidupkan mesin. Untuk motor yang jarang digunakan, kamu bisa menyalakannya secara berkala atau mengikuti rekomendasi perawatan dari pabrikan.
2. Sering Menggunakan Aksesori Tambahan
Baca Juga: Timnas Prancis Menang Tipis Lawan Turki, Ousmane Dembele: Kami Bisa Cetak Banyak Gol!
Pemasangan aksesori seperti lampu tambahan, klakson aftermarket, USB charger, atau perangkat kelistrikan lainnya dapat menambah beban pada sistem kelistrikan motor.
Jika kebutuhan listrik aksesori terlalu besar atau pemasangannya tidak sesuai, aki dan sistem pengisian dapat bekerja lebih berat. Karena itu, pastikan aksesori dipasang dengan benar dan sesuai kemampuan sistem kelistrikan motor.
3. Sering Menyalakan Kelistrikan Saat Mesin Mati
Kebiasaan menyalakan lampu, audio, charger, atau perangkat kelistrikan lainnya ketika mesin motor belum hidup juga dapat menguras daya aki. Dalam kondisi tersebut, energi yang digunakan berasal dari aki tanpa mendapatkan suplai pengisian dari mesin.
Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan ini bisa membuat daya aki lebih cepat berkurang. Sebaiknya matikan perangkat kelistrikan ketika motor tidak sedang digunakan.
4. Sering Mematikan dan Menyalakan Mesin dalam Waktu Singkat
Baca Juga: Raih Perunggu di Asian Games 2026, Luluk Harus Naik Kelas untuk Olimpiade 2028
Penggunaan motor dengan pola menyalakan mesin sebentar kemudian mematikannya kembali juga dapat memberikan beban pada aki. Proses starter membutuhkan energi cukup besar dari aki.
Jika mesin hanya menyala sebentar, waktu yang tersedia bagi sistem pengisian untuk mengembalikan energi yang digunakan saat starter juga terbatas. Kebiasaan tersebut, jika dilakukan terus-menerus, dapat berkontribusi terhadap aki yang lebih cepat kehilangan daya.
5. Membiarkan Motor dalam Kondisi Standby Terlalu Lama
Pada beberapa situasi, pengendara mungkin membiarkan motor dalam kondisi kontak menyala meski mesin belum dihidupkan. Hal ini membuat sejumlah komponen kelistrikan tetap mendapatkan suplai dari aki.
Jika dilakukan terlalu lama, daya aki dapat terkuras tanpa adanya proses pengisian dari mesin. Karena itu, hindari membiarkan kontak dalam posisi menyala ketika motor tidak digunakan.
Baca Juga: Google Photos Tambah Fitur AI, Kini Bisa Sensor Pelat Nomor hingga Buat Katalog Pakaian
6. Mengabaikan Kondisi Sistem Pengisian
Aki yang terus-menerus tekor juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengisian, bukan semata-mata aki yang sudah rusak. Komponen seperti sistem pengisian dan regulator perlu bekerja dengan baik agar daya aki kembali terisi ketika mesin hidup.
Jika aki baru diganti tetapi kembali cepat tekor, sebaiknya jangan langsung mengganti aki lagi. Kamu perlu meminta mekanik memeriksa sistem pengisian untuk mengetahui apakah ada masalah pada bagian tersebut.
7. Tidak Pernah Memeriksa Kondisi Aki
Aki juga membutuhkan perhatian, terutama ketika sudah mendekati usia pakai atau mulai menunjukkan gejala penurunan performa. Membiarkannya tanpa pemeriksaan dapat membuat masalah baru diketahui ketika motor sudah sulit dinyalakan.
Perhatikan gejala seperti starter elektrik yang terasa melemah, lampu atau klakson yang tidak bekerja seoptimal biasanya, maupun motor yang semakin sulit dinyalakan. Jika gejala tersebut mulai muncul, lakukan pemeriksaan sebelum aki benar-benar kehilangan daya.