JawaPos.com - Peta industri otomotif Indonesia semakin berkembang. Bukan hanya dari sisi penjualan kendaraan, kapasitas produksi dan peluang menjadi bagian dari rantai pasok global juga terus mendapat perhatian.
Gambaran tersebut terlihat dalam pembukaan Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (24/9).
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan kehadiran pameran berskala internasional tersebut menunjukkan perubahan posisi Indonesia dalam industri otomotif global. “Indonesia tidak lagi menjadi pasar,” kata Faisol saat membuka AMJKT 2026.
Menurut Faisol, Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran sebagai basis produksi sekaligus mitra rantai pasok bagi industri otomotif global. “Kita juga menjadi basis produksi,” ujarnya.
Peluang tersebut ditopang oleh kinerja ekonomi nasional. Faisol menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada kuartal II 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Sektor manufaktur nonmigas juga tumbuh 5,32 persen dan berkontribusi 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dari sisi investasi, sektor tersebut menyumbang 38,98 persen dari total investasi nasional dengan nilai sekitar Rp200 triliun. Sementara ekspor pada periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 82,03 persen.
Kinerja industri otomotif ikut menunjukkan pertumbuhan. Produksi kendaraan dalam negeri pada 2026 mencapai sekitar 860 ribu unit, naik 13,4 persen secara tahunan.
“Produksi kendaraan kita tumbuh 13,4 persen,” tutur Faisol.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator kapasitas industri otomotif nasional, termasuk dalam kegiatan produksi dan perakitan kendaraan.
Potensi pasar domestik juga masih besar. Indonesia saat ini tercatat sebagai pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia.
Penjualan sepeda motor domestik pada 2026 mencapai sekitar 4,3 juta unit atau tumbuh 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini kesempatan besar untuk teknologi tinggi,” ujar Faisol.
Menurut dia, perkembangan industri otomotif juga perlu diikuti penguasaan teknologi baru. Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri untuk meningkatkan kemampuan teknologi agar industri otomotif nasional memiliki daya saing yang lebih luas.
Automechanika Jakarta 2026 menjadi salah satu ruang untuk melihat perkembangan tersebut. Pameran yang berlangsung 24–27 September 2026 itu menghadirkan 339 eksibitor dari Indonesia dan mancanegara.
Pameran menempati area 20.800 meter persegi di NICE PIK 2, terdiri atas empat hall indoor dan area outdoor.
Produk yang ditampilkan mencakup komponen, suku cadang, peralatan bengkel, teknologi otomotif hingga berbagai layanan aftermarket.
Kehadiran pemain industri dari dalam dan luar negeri juga membuka ruang pertemuan bisnis, pertukaran pengetahuan, serta peluang kerja sama di sektor otomotif.
Baca Juga: Automechanika Jakarta 2026 Hadir di PIK 2, Libatkan 339 Eksibitor dari Indonesia dan Mancanegara
Bagi industri komponen dan aftermarket Indonesia, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan manufaktur dalam negeri sekaligus melihat perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar global. (*)