JawaPos.com - Lampu check engine yang tiba-tiba menyala di panel instrumen kerap membuat pemilik mobil langsung khawatir. Pasalnya, indikator tersebut memang berkaitan dengan sistem mesin dan berbagai komponen yang berhubungan dengan kinerja kendaraan. Namun, tidak semua lampu check engine menandakan kerusakan berat yang membutuhkan biaya perbaikan besar.
Dalam kondisi tertentu, indikator tersebut bisa muncul karena masalah sederhana yang sering luput dari perhatian. Bahkan, hal sepele seperti tutup tangki bahan bakar yang tidak terpasang rapat atau filter udara yang sudah terlalu kotor dapat memicu munculnya peringatan tersebut.
Lantas, apa saja penyebabnya?
1. Tutup tangki bensin tidak rapat
Salah satu penyebab sederhana yang bisa membuat lampu check engine menyala adalah tutup tangki bahan bakar yang kurang kencang. Komponen ini bukan sekadar berfungsi menutup lubang pengisian bensin, tetapi juga membantu menjaga tekanan dalam sistem bahan bakar tetap sesuai.
Jika tutup tangki tidak terpasang dengan benar, sistem kendaraan dapat mendeteksi adanya kebocoran pada sistem emisi uap bahan bakar. Kondisi tersebut kemudian bisa membuat indikator check engine aktif.
Sebelum membawa mobil ke bengkel, kamu bisa memeriksa kembali posisi tutup tangki dan memastikan sudah terkunci dengan benar. Pada beberapa mobil, lampu indikator dapat mati kembali setelah kendaraan digunakan beberapa kali jika masalah memang hanya berasal dari tutup tangki yang longgar.
2. Filter udara terlalu kotor
Filter udara bertugas menyaring debu dan kotoran agar tidak masuk ke dalam sistem pemasukan udara mesin. Seiring pemakaian, kotoran dapat menumpuk dan membuat aliran udara menjadi tidak optimal.
Jika kondisi filter sudah sangat kotor, campuran udara dan bahan bakar yang dibutuhkan mesin dapat terganggu. Sensor pada kendaraan kemudian bisa membaca adanya kondisi yang tidak sesuai dan memicu lampu check engine.
Karena itu, jangan hanya memperhatikan oli dan busi saat melakukan perawatan rutin. Filter udara juga perlu diperiksa secara berkala dan dibersihkan atau diganti apabila kondisinya sudah tidak layak.
3. Sensor mesin mengalami gangguan
Mobil modern menggunakan berbagai sensor untuk memantau kondisi mesin secara terus-menerus. Sensor tersebut mengirimkan data ke komputer kendaraan agar sistem dapat mengatur kerja mesin sesuai kondisi aktual.
Ketika salah satu sensor bermasalah atau memberikan pembacaan yang tidak sesuai, komputer kendaraan dapat mendeteksinya sebagai gangguan. Akibatnya, lampu check engine bisa menyala meskipun belum tentu terdapat kerusakan mekanis yang serius.
4. Busi mulai bermasalah
Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran di dalam ruang mesin. Kondisi busi yang sudah aus, kotor, atau mengalami gangguan dapat membuat proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal.
Selain menyalakan indikator check engine, masalah pada busi terkadang disertai gejala lain seperti mesin bergetar, akselerasi terasa berat, atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Jika gejala tersebut muncul bersamaan, kondisi busi sebaiknya segera diperiksa.
5. Koil pengapian mengalami gangguan
Selain busi, sistem pengapian juga bergantung pada koil untuk menghasilkan tegangan yang dibutuhkan agar busi dapat memercikkan api. Ketika koil bermasalah, proses pembakaran pada mesin dapat terganggu.
Kerusakan pada komponen ini dapat membuat mesin terasa pincang atau kehilangan tenaga. Komputer kendaraan kemudian dapat mendeteksi adanya masalah pada proses pembakaran dan menyalakan lampu check engine sebagai peringatan bagi pengemudi.
6. Sensor oksigen kotor atau bermasalah
Sensor oksigen membantu kendaraan memantau kandungan oksigen pada gas buang. Informasi tersebut digunakan sistem mesin untuk menyesuaikan campuran udara dan bahan bakar agar pembakaran berlangsung sesuai kebutuhan.
Jika sensor mengalami gangguan, data yang diterima komputer kendaraan bisa menjadi tidak akurat. Kondisi ini dapat memengaruhi pengaturan mesin sekaligus membuat indikator check engine menyala.
7. Masalah pada sistem emisi
Lampu check engine juga dapat berkaitan dengan sistem pengendalian emisi kendaraan. Sistem tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang bekerja untuk mengurangi kandungan zat pencemar dari gas buang.
Gangguan pada salah satu komponennya bisa terdeteksi oleh komputer kendaraan dan menyebabkan indikator peringatan aktif. Untuk mengetahui penyebab pastinya, pemeriksaan menggunakan alat diagnostik atau scanner diperlukan karena lampu check engine sendiri tidak secara langsung menunjukkan komponen mana yang mengalami masalah.