← Beranda
7 Penyebab Oli Mobil Berkurang dan Cara Ampuh Mengatasinya
Nanda Prayoga• Senin, 21 September 2026 | 18.40 WIB
Ilustrasi: Mengganti oli mobil. (Freepik)

JawaPos.com - Oli mesin berperan penting dalam melumasi berbagai komponen di dalam mesin agar gesekan dapat diminimalkan. Karena itu, pemilik mobil perlu rutin memeriksa volume oli untuk memastikan jumlahnya tetap sesuai dengan kebutuhan mesin.

Namun, bagaimana jika volume oli terus berkurang, sementara tidak terlihat adanya tetesan atau rembesan oli di bawah mobil? Kondisi tersebut bukan berarti oli hilang tanpa sebab.

Ada sejumlah kemungkinan yang perlu diperiksa, mulai dari oli ikut terbakar di ruang bakar hingga masalah pada komponen mesin!

1. Oli Ikut Terbakar di Ruang Bakar

Salah satu penyebab oli berkurang tanpa adanya kebocoran dari luar mesin adalah oli masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar bersama campuran udara dan bahan bakar. Kondisi ini dapat terjadi ketika terdapat masalah pada komponen internal mesin yang bertugas menjaga oli tetap berada di area pelumasan.

Salah satu tanda yang bisa muncul adalah asap kebiruan dari knalpot, terutama pada kondisi tertentu seperti ketika mesin digas. Jika oli terus berkurang dan muncul gejala tersebut, sebaiknya mobil diperiksa karena membiarkan oli terbakar dalam jumlah banyak dapat memperburuk kondisi mesin.

2. Ring Piston Mulai Aus

Ring piston berfungsi membantu menjaga tekanan kompresi sekaligus mencegah oli masuk secara berlebihan ke ruang bakar. Ketika ring piston mengalami keausan, celah antara komponen dapat berubah sehingga oli lebih mudah masuk ke ruang bakar.

Selain membuat oli berkurang, masalah pada ring piston dapat disertai gejala lain seperti asap dari knalpot, tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, atau performa mesin terasa kurang optimal. Pemeriksaan kompresi dan kondisi internal mesin dapat dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

 

3. Seal Katup Mengalami Kerusakan

Seal katup atau valve stem seal berfungsi mencegah oli masuk ke ruang bakar melalui area batang katup. Seiring usia dan pemakaian, komponen berbahan karet ini dapat mengeras atau mengalami kerusakan.

Jika seal katup sudah tidak mampu menahan oli dengan baik, sebagian oli dapat masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar. Gejalanya terkadang terlihat ketika mobil pertama kali dinyalakan setelah lama parkir atau setelah kondisi tertentu, sehingga pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan sumber masalah.

4. Gasket atau Seal Mesin Mengalami Rembesan Internal

Tidak semua kebocoran oli akan langsung terlihat sebagai tetesan di lantai. Pada kondisi tertentu, oli dapat merembes ke area lain di dalam mesin sehingga sumber berkurangnya oli tidak mudah ditemukan dari pemeriksaan visual sederhana.

Karena itu, ketika volume oli terus turun tanpa ada bekas oli di tempat parkir, bagian gasket dan seal mesin juga perlu diperiksa. Teknisi dapat membantu mencari sumber rembesan dengan memeriksa area mesin secara lebih menyeluruh.

5. Sistem PCV Bermasalah

Pada beberapa mesin, sistem Positive Crankcase Ventilation atau PCV membantu mengatur tekanan gas di dalam crankcase dan mengalirkannya kembali ke sistem intake. Jika katup atau sistem PCV bermasalah, oli dapat terbawa masuk ke saluran intake dalam jumlah yang tidak semestinya.

Akibatnya, konsumsi oli bisa meningkat meskipun tidak ditemukan kebocoran dari luar. Pemeriksaan sistem PCV dapat menjadi salah satu langkah ketika penyebab berkurangnya oli belum ditemukan.

 

6. Oli yang Digunakan Tidak Sesuai Spesifikasi

Pemilihan oli juga dapat berpengaruh terhadap konsumsi oli mesin. Jika viskositas atau spesifikasi oli tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan, karakteristik oli di dalam mesin dapat berbeda dari yang seharusnya.

Karena itu, jangan hanya memilih oli berdasarkan merek atau harga. Periksa buku manual kendaraan dan gunakan oli dengan spesifikasi serta tingkat kekentalan yang direkomendasikan. Jika setelah penggantian oli konsumsi meningkat, penggunaan oli yang sesuai perlu menjadi salah satu hal yang diperiksa.

7. Mesin Memang Mengonsumsi Sedikit Oli

Pada mesin yang sudah memiliki usia dan jarak tempuh tertentu, konsumsi oli dalam jumlah kecil bisa saja terjadi. Namun, jika pengurangan volumenya cukup banyak atau terjadi semakin cepat, kondisi tersebut perlu dicari penyebabnya.

Kamu bisa memantau volume oli secara berkala menggunakan dipstick atau indikator sesuai jenis mobil. Lakukan pemeriksaan pada kondisi dan posisi kendaraan yang sesuai dengan petunjuk pabrikan agar hasil pengukuran tidak keliru.

 

EDITOR: Diar Candra