← Beranda
Ban Bukan Cuma Pelengkap, Ini Rahasia Performa Mobil Sport
Rian AlfiantoMinggu, 13 September 2026 | 21.13 WIB
Ilustrasi mobil sport Lamborghini Countach. (carscoops.com)

JawaPos.com - Mobil sport, kendaraan premium dan kendaraan berperforma tinggi identik dengan mesin bertenaga, akselerasi cepat, serta teknologi pengendalian yang semakin canggih. Namun seluruh kemampuan tersebut pada akhirnya tetap bergantung pada satu komponen yang langsung bersentuhan dengan aspal: ban.

Bagi mobil berperforma tinggi, ban bukan sekadar penopang bobot kendaraan. Karakter ban ikut menentukan seberapa cepat mobil dapat mengerem, seberapa stabil kendaraan ketika menikung, hingga seberapa percaya diri pengemudi menghadapi permukaan jalan basah maupun kering. Karena itu, pemilihan ban menjadi semakin penting ketika performa kendaraan berada di level tinggi.

Kebutuhan tersebut ikut mendorong pasar ban ultra-high performance (UHP) di Indonesia. Segmen ini diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 5–7 persen hingga 2035.

Perkembangan itu membuat teknologi ban performa tinggi tidak lagi hanya relevan untuk kebutuhan di lintasan, tetapi juga untuk penggunaan mobil premium sehari-hari. Salah satu teknologi yang kini hadir di pasar Indonesia adalah Hankook Ventus evo, generasi terbaru yang dikembangkan dari Ventus S1 evo3.

Tetap Aman di Jalan Basah

Tantangan utama ban UHP bukan hanya menghasilkan grip besar ketika mobil melaju cepat. Ban juga harus tetap mampu mempertahankan kendali ketika kondisi jalan berubah, terutama saat permukaan aspal basah. Ventus evo diklaim telah dikembangkan dengan fokus pada pengereman dan handling di jalan kering maupun basah, sekaligus meningkatkan jarak tempuh dibandingkan generasi sebelumnya.

Kemampuan tersebut mendapat hasil positif dalam dua pengujian komparatif AUTO BILD pada 2026. Dalam AUTO BILD Summer Tire Test 2026 untuk ukuran 245/45 R19, Ventus evo menempati posisi pertama dengan skor 1,1 dan memperoleh predikat 'Exemplary'. Pengujian tersebut melibatkan 20 finalis dan menunjukkan performa kuat ban ini pada dry handling, wet handling, dry braking, serta wet braking.

Pada pengujian AUTO BILD Allrad Summer Tire Test 2026 dengan ukuran 255/45 R19, Ventus evo kembali berada di posisi pertama setelah mengungguli delapan kompetitor. Pada kondisi basah, ban tersebut mencatat wet handling tercepat dengan kecepatan 89,1 km/jam. Sementara untuk pengereman basah dari kecepatan 100 km/jam, jarak yang dicatat mencapai 50,2 meter.

Performa dry braking dan dry handling juga menjadi salah satu yang teratas dalam pengujian tersebut. Bagi pengguna mobil performa tinggi, hasil seperti ini menunjukkan satu hal penting: kemampuan ban tidak hanya diukur dari seberapa kuat grip saat jalan kering, tetapi juga bagaimana ban mempertahankan kontrol ketika kondisi jalan tidak ideal.

 

“Dua pengakuan tersebut menunjukkan bahwa performa Ventus evo mampu memberikan performa yang konsisten baik di jalan basah maupun kering, ban ini dirancang untuk memberikan pengereman yang responsive dan handling yang dinamis termasuk ketika dibandingkan dengan ban premium dari merek lain,” kata Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia melalui keterangannya.

Tak Harus Korbankan Jarak Tempuh

Selain itu, ada anggapan bahwa ban performa tinggi identik dengan umur pakai yang lebih pendek. Tantangannya memang cukup besar karena kompon dan konstruksi ban harus menghasilkan grip sekaligus menghadapi beban kerja yang tinggi. Karena itu, peningkatan jarak tempuh menjadi aspek yang tak kalah penting, terutama bagi pemilik mobil premium yang menggunakan kendaraannya untuk aktivitas sehari-hari.

Pada Ventus evo, Hankook mengoptimalkan pola kekakuan tapak untuk membantu membagi tekanan secara lebih merata. Kombinasi sipes, lateral grooves, dan tie-bars juga dirancang untuk membantu menghasilkan tingkat keausan yang lebih merata.

Dibandingkan Ventus S1 evo3, jarak tempuh Ventus evo diklaim meningkat hingga 32 persen. Dalam pengujian AUTO BILD, ban tersebut mencatat projected mileage sebesar 56.310 kilometer dan menjadi ban dengan cost per seribu kilometer paling ekonomis di antara 20 finalis.

Artinya, bagi pemilik kendaraan performa tinggi, spesifikasi ban sebaiknya tidak berhenti pada ukuran, merek, atau kemampuan menikung. Daya tahan dan biaya penggunaan dalam jangka panjang juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Kemudian, perbedaan karakter antara ban standar dan ban berperforma tinggi semakin terasa ketika kendaraan harus melakukan pengereman atau perubahan arah secara cepat.

Pada Ventus evo, 3D Chamfer Technology digunakan untuk membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata pada permukaan tapak. Teknologi tersebut diklaim menghasilkan peningkatan dry braking hingga 6 persen dibandingkan Ventus S1 evo3. Sementara untuk wet handling, peningkatannya mencapai 4 persen. Pola tapak dengan tingkat kekakuan yang dioptimalkan juga membantu mempertahankan grip, stabilitas, dan respons kendaraan ketika bermanuver maupun menikung pada kecepatan tinggi.

Bagi pengemudi, peningkatan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Kemampuan ban dalam mempertahankan kontak dengan permukaan jalan berpengaruh langsung terhadap respons mobil ketika melakukan pengereman, berbelok, atau melakukan koreksi arah.

Teknologi Ventus sendiri telah digunakan oleh lebih dari 30 produsen otomotif global, termasuk Porsche, Mercedes-Benz, BMW, dan Audi. Lini tersebut juga memiliki pengalaman di berbagai ajang motorsport sejak 2005.

 

Di Indonesia, teknologi Ventus turut digunakan dalam ajang balap. Ventus RS4, misalnya, menjadi salah satu pilihan ban yang cukup dominan pada Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2024.

Pada Pertamina 6 Hours Endurance 2026 di Mandalika, Ventus RS4 juga digunakan dalam program Arrive & Race yang menyediakan tiga set ban untuk setiap mobil peserta program. Di pasar dalam negeri, Ventus evo tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 17 hingga 22 inci. Secara global, ban tersebut juga telah digunakan sebagai original equipment (OE) pada sejumlah kendaraan premium, termasuk Audi A4, Audi A5, Volkswagen, dan BMW X5.

 

EDITOR: Diar Candra