← Beranda
Proyek Mobnas Masuk Persiapan Pembangunan Fasilitas Produksi di Subang, Diproduksi Akhir 2028
Nanda PrayogaKamis, 10 September 2026 | 22.55 WIB
Ilustrasi pabrik mobil listrik Aion di Guangzhou, Tiongkok

JawaPos.com - Program mobil nasional (Mobnas) sedang dipersiapkan oleh pemerintah. Program ini memasuki tahap persiapan pembangunan fasilitas produksi di Kawasan Subang, Jawa Barat, yang akan diproduksi pada akhir 2028.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika ILMATE Kemenperin Setia Diarta menjelaskan, tahap awal berkaitan dengan penyiapan lahan sebelum pembangunan dan operasional fasilitas produksi.

"Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir," kata Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII yang disiarkan secara daring, dikutip Kamis (10/9).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya dan PT Pindad diberi mandat untuk menyiapkan kebijakan program tersebut.

"Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," kata Setia.

Pemerintah juga tengah menyiapkan rantai pasok domestik demi menopang keberadaan Mobnas. Konsep ini dirancang agar produksi kendaraan tetap terhubung dengan industri komponen di Indonesia.

Rantai pasok menjadi bagian penting karena Mobnas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas perakitan.

Ketersediaan komponen dan industri pendukung dalam negeri juga diperlukan untuk membangun kapasitas infrastruktur berkelanjutan.

"Ekosistem roadmap ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesain, ada beberapa ekosistem yang nanti akan terlibat, dan tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri," kata Setia.

Dikembangkannya program Mobnas juga dilakukan bersamaan dengan program kendaraan listrik nasional lain.

Kemenperin menyiapkan kebijakan dan pengembangan industri agar program terhubung dengan ekosistem manufaktur yang sedang terbentuk.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra