JawaPos.com - Abu vulkanik akibat gunung meletus bukan sekadar debu biasa. Partikelnya dapat menggores cat dan kaca mobil hingga mengganggu filter udara jika kendaraan tidak segera ditangani dengan benar.
Erupsi gunung berapi dapat membuat mobil yang terparkir di luar rumah tertutup abu vulkanik. Dalam kondisi seperti ini, pemilik mobil sebaiknya tidak terburu-buru membersihkan kendaraan dengan cara biasa.
Salah langkah saat membersihkan abu vulkanik justru bisa membuat bodi dan kaca mobil tergores. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kembali menggunakan kendaraan.
Berikut cara membersihkan dan merawat mobil terkena abu vulkanik.
1. Jangan Langsung Mengelap Mobil
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah langsung mengelap bodi mobil menggunakan kain.
Abu vulkanik yang menempel pada permukaan cat dapat mengandung partikel keras. Jika digosok dalam kondisi kering, partikel tersebut berpotensi menimbulkan baret halus. Jangan mengelap abu dalam kondisi kering.
2. Bilas Mobil dengan Air
Langkah pertama untuk membersihkan abu vulkanik pada mobil adalah membilas seluruh permukaan kendaraan menggunakan air.
Tujuannya untuk mengangkat sebanyak mungkin abu sebelum permukaan bodi disentuh menggunakan spons atau kain.
Lakukan secara menyeluruh pada kap mesin, atap, kaca, pintu, bagasi, pelek dan bagian luar lainnya.
3. Jangan Nyalakan Wiper Saat Kaca Berabu
Kaca depan yang tertutup abu jangan langsung dibersihkan menggunakan wiper. Ketika wiper bergerak, abu dapat bergesekan dengan kaca dan menyebabkan goresan.
Karet wiper juga berpotensi lebih cepat rusak. Bilas kaca menggunakan air terlebih dahulu hingga abu terangkat, kemudian gunakan wiper jika diperlukan.
4. Gunakan Sampo Khusus Mobil
Setelah sebagian besar abu terangkat dengan air, bersihkan bodi menggunakan sampo khusus kendaraan.
Gunakan spons atau kain microfiber yang bersih dan hindari memberikan tekanan berlebihan pada permukaan cat. Setelah selesai, bilas kembali hingga tidak ada sisa kotoran.
5. Jangan Abaikan Filter Udara Mesin
Abu vulkanik dapat masuk ke sistem pemasukan udara ketika mobil digunakan di area terdampak.
Karena itu, filter udara mesin perlu diperiksa, terutama jika kendaraan digunakan atau terparkir cukup lama di tengah paparan abu.
Jika filter sudah sangat kotor, lakukan penggantian sesuai rekomendasi teknisi atau pabrikan.
6. Periksa Filter Kabin
Selain filter udara mesin, filter kabin juga perlu diperhatikan. Filter kabin yang dipenuhi abu dapat mengurangi kualitas udara yang masuk ke dalam kabin. Pemeriksaan dan penggantian diperlukan apabila kondisinya sudah terlalu kotor.
7. Gunakan Sirkulasi Udara Kabin
Ketika udara di luar masih mengandung abu, manfaatkan fitur sirkulasi udara kabin jika tersedia.
Mode ini membantu mengurangi masuknya udara dari luar ke dalam kabin. Namun, jika konsentrasi abu sangat tinggi, pilihan terbaik tetap menghindari berkendara sampai kondisi lebih aman.
8. Periksa Rem dan Pelek
Abu juga dapat menempel pada area roda dan komponen rem. Setelah mobil digunakan di wilayah terdampak, perhatikan apakah muncul suara aneh, getaran atau perubahan pada kinerja pengereman.
Jika ada gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.
9. Hindari Berkendara Saat Abu Masih Pekat
Jika tidak mendesak, sebaiknya jangan menggunakan mobil ketika hujan abu masih berlangsung.
Selain berpotensi mempercepat kotornya komponen kendaraan, abu di udara juga dapat mengurangi jarak pandang pengemudi. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
10. Lakukan Pemeriksaan Setelah Kondisi Aman
Jika mobil terkena abu vulkanik dalam jumlah banyak, pemeriksaan menyeluruh dapat dilakukan setelah kondisi lingkungan memungkinkan.
Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain filter udara, filter kabin, sistem pengereman, kaca, wiper, ruang mesin dan bagian kolong kendaraan.
Jangan Perlakukan Abu Vulkanik Seperti Debu Biasa
Merawat mobil setelah terkena abu gunung meletus membutuhkan perhatian lebih. Hindari menggosok bodi atau menggunakan wiper ketika abu masih menempel.
Cara paling aman adalah membilas abu terlebih dahulu dengan air, membersihkan kendaraan secara bertahap, kemudian memeriksa komponen yang berpotensi terdampak.
Jika paparan abu sangat tebal atau kendaraan mengalami gejala tidak normal setelah erupsi, sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel agar kerusakan dapat diketahui lebih awal.