← Beranda
Motor Boros Bensin Padahal Jarang Dipakai? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari
Nanda PrayogaSenin, 24 Agustus 2026 | 21.00 WIB
Ilustrasi: Berkendara sepeda motor. (Istimewa).

JawaPos.com - Motor yang jarang digunakan bukan berarti selalu irit bensin. Dalam kondisi tertentu, konsumsi bahan bakar justru bisa terasa lebih boros meski motor hanya sesekali dipakai untuk perjalanan pendek.

Kondisi tersebut bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari cara berkendara, kondisi mesin, hingga komponen motor yang mulai bermasalah. Lantas, apa saja penyebab motor boros bensin padahal jarang dipakai?

1. Motor Sering Dipakai untuk Jarak Pendek

Motor yang hanya digunakan untuk perjalanan sangat dekat cenderung belum mencapai kondisi kerja mesin yang optimal.

Mesin membutuhkan waktu untuk mencapai suhu kerja, sehingga perjalanan yang terlalu singkat dan berulang dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.

Kalau motor kamu lebih sering dipakai untuk pergi ke warung, minimarket, atau perjalanan beberapa kilometer saja, jangan heran jika konsumsi bensinnya terasa lebih boros dibandingkan ketika digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh dan stabil.

2. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Motor yang jarang digunakan tetap perlu mendapatkan perhatian, termasuk tekanan ban. Ban yang kekurangan angin membuat area ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih besar.

Akibatnya, hambatan gulir meningkat dan mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan motor. Kondisi ini bisa membuat konsumsi bahan bakar meningkat tanpa kamu sadari. Karena itu, periksa tekanan ban secara berkala meskipun motor lebih sering terparkir.

3. Filter Udara Kotor

Filter udara memiliki peran penting dalam memastikan mesin mendapatkan pasokan udara yang cukup untuk proses pembakaran. Ketika filter terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu sehingga proses pembakaran bahan bakar menjadi kurang optimal.

Motor yang jarang digunakan pun tidak otomatis terbebas dari masalah ini. Debu dan kotoran tetap bisa menumpuk pada filter, terutama jika motor sering diparkir di tempat terbuka.

4. Oli Mesin Sudah Tidak Optimal

Oli mesin yang sudah terlalu lama digunakan atau kualitasnya menurun dapat membuat kerja komponen di dalam mesin menjadi kurang optimal. Gesekan antarkomponen juga dapat meningkat sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar.

Karena itu, jangan menentukan jadwal penggantian oli hanya berdasarkan seberapa sering motor digunakan. Jika motor lebih banyak diam dalam waktu lama, tetap perhatikan interval penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan.

5. Kondisi Busi Mulai Menurun

Busi bertugas menghasilkan percikan api untuk membantu proses pembakaran di ruang mesin. Jika kondisi busi sudah tidak baik, pembakaran bisa menjadi kurang sempurna.

Dampaknya tidak hanya terasa dari performa motor yang menurun. Konsumsi bahan bakar juga dapat menjadi lebih boros. Jika motor mulai sulit dinyalakan, akselerasi terasa kurang responsif, atau mesin tidak bekerja halus, kondisi busi layak diperiksa.

6. Cara Berkendara Kurang Efisien

Konsumsi bensin tidak hanya dipengaruhi kondisi motor, tetapi juga kebiasaan pengendaranya. Terlalu sering melakukan akselerasi mendadak, menarik gas dalam-dalam, atau mempertahankan putaran mesin tinggi dapat membuat bahan bakar lebih cepat terkuras.

Kalau kamu ingin motor lebih irit, usahakan berkendara dengan kecepatan yang stabil dan membuka gas secara bertahap. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien.

7. Ada Masalah pada Sistem Bahan Bakar

Jika motor tetap boros meskipun sudah dirawat dan digunakan secara normal, bisa jadi terdapat masalah pada sistem bahan bakarnya. Pada motor injeksi, misalnya, gangguan pada komponen tertentu dapat memengaruhi jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke mesin.

Jika konsumsi bensin berubah drastis dan disertai gejala lain seperti mesin brebet, sulit dihidupkan, atau tenaga berkurang, sebaiknya motor diperiksa di bengkel. Jangan terus digunakan tanpa mengetahui penyebabnya karena masalah kecil bisa berkembang menjadi lebih serius.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra