← Beranda
Mercedes Jip Indonesia Royal Heritage Touring 2026, 10 Hari Menyusuri Jejak Sejarah Nusantara
Dony Lesmana Eko PutraMinggu, 23 Agustus 2026 | 11.49 WIB
Mercedes Jip Indonesia menggelar Royal Heritage Touring 2026 selama 10 hari. (MJI)

JawaPos.com - Bukan sekadar perjalanan dengan kendaraan klasik, Mercedes Jip Indonesia (MJI) Royal Heritage Touring 2026 menjadi perjalanan untuk mengenal sejarah, budaya, alam, sekaligus mempererat persaudaraan. Selama 10 hari, sekitar 50 Mercedes Jip dan 150 peserta menyusuri sejumlah destinasi bersejarah di Pulau Jawa hingga Bali.

Mercedes Jip Indonesia (MJI) kembali menggelar kegiatan touring bertajuk Royal Heritage 2026. Perjalanan ini menggabungkan aktivitas otomotif dengan eksplorasi sejarah, budaya, alam, serta kegiatan sosial di sejumlah daerah.

Sekitar 50 kendaraan Mercedes Jip dengan 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian. Konvoi ini tidak hanya berfokus pada perjalanan antarkota, tetapi juga mengajak peserta memahami cerita di balik setiap destinasi.

Menyusuri Jejak Kerajaan di Pulau Jawa

Perjalanan Royal Heritage diawali dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, mulai dari Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta, hingga kawasan Trowulan, Mojokerto.

Trowulan menjadi salah satu destinasi penting karena kawasan tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Peserta dapat melihat berbagai peninggalan sejarah sekaligus mengenal lebih dekat kejayaan salah satu kerajaan besar di Nusantara.

Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan MJI.
Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan MJI.

Bagi MJI, Trowulan menjadi lokasi yang sesuai dengan tema Royal Heritage karena perjalanan tidak hanya mengandalkan aktivitas berkendara, tetapi juga menggali cerita masa lalu Indonesia.

Dari Mojokerto, rombongan bergerak menuju Bondowoso. Di daerah ini, peserta melakukan kegiatan light off-road di sekitar Kawah Wurung serta bakti sosial di kawasan Taman Galuh.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari perjalanan.

Kegiatan tersebut terlaksana dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, we.the.fork, Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia dan Dream Wheel Project.

 MJI ingin menjadikan touring bukan hanya sebagai sarana berkumpul dan berpetualang, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah yang dilewati.

Dari De Djawatan ke Pelabuhan Muncar

Memasuki Banyuwangi, rombongan mengunjungi De Djawatan, Benculuk. Kawasan ini dikenal dengan deretan pohon trembesi berukuran besar yang menciptakan suasana rindang dan sejuk.

Setelah menikmati kawasan hutan tersebut, perjalanan berlanjut menuju Pelabuhan Muncar. Suasana pun berubah dari kawasan hijau menjadi lingkungan pesisir yang dipenuhi aktivitas masyarakat.

Muncar memberikan gambaran bahwa sejarah Nusantara tidak hanya berkaitan dengan kerajaan dan istana. Kehidupan nelayan, pelaut, pedagang, serta masyarakat pesisir juga menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia.

Uji Ketangguhan Mercedes Jip di Jalur Banyuwangi

Royal Heritage kemudian memasuki fase petualangan melalui kegiatan cross country di wilayah selatan Banyuwangi.

Jalur yang dilalui tidak lagi didominasi aspal. Peserta menghadapi medan berbatu, tanjakan, turunan, serta sejumlah jalur dengan kondisi alam yang masih cukup menantang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang menguji kemampuan kendaraan dan kekompakan peserta.

Dalam perjalanan konvoi, kendaraan yang berada di depan membantu membuka jalur, sementara peserta lainnya memastikan seluruh anggota tetap bersama. Semangat saling membantu menjadi bagian penting dalam perjalanan 50 Mercedes Jip tersebut.

Royal Heritage Berlanjut ke Bali

Setelah menyelesaikan perjalanan di Banyuwangi, rombongan menyeberang menuju Bali.
Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah kawasan Black Lava Gunung Batur.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Ubud. Bagi peserta Royal Heritage, perjalanan ke Ubud memperlihatkan bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Destinasi berikutnya adalah Klungkung, peserta mengunjungi Kerta Gosa, salah satu peninggalan Kerajaan Klungkung yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur.

Kerta Gosa juga berkaitan dengan sejarah pemerintahan dan peradilan pada masa Kerajaan Klungkung, termasuk peristiwa Puputan Klungkung pada 1908.

Ditutup dengan Malam Katana di Kuta

Setelah melalui rangkaian perjalanan selama hampir 10 hari, Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta.

Perjalanan panjang tersebut merangkai berbagai pengalaman, mulai dari situs kerajaan di Jawa, kehidupan masyarakat Bondowoso, hutan De Djawatan, aktivitas Pelabuhan Muncar, jalur off-road Banyuwangi, hingga kekayaan sejarah dan budaya Bali.

Ketua Touring MJI, Ngurah Firnanda, mengatakan Royal Heritage bukan hanya tentang jarak yang ditempuh atau jumlah destinasi yang dikunjungi.

"Nilai utama perjalanan terletak pada kebersamaan, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dihadapi bersama, serta kenangan yang tercipta selama perjalanan," ujarnya.

Ngurah menambahkan sepuluh hari, dua pulau, puluhan Mercedes Jip, dan beragam jejak sejarah menjadi bagian dari perjalanan Royal Heritage 2026.

Bagi Mercedes Jip Indonesia, touring ini menjadi cara untuk mempertemukan kecintaan terhadap kendaraan, alam, sejarah, budaya, dan persaudaraan dalam satu perjalanan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra