JawaPos.com - Perkembangan teknologi kendaraan yang semakin cepat membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) kompeten ikut meningkat. Tidak hanya mampu mengoperasikan kendaraan, tenaga kerja industri transportasi juga dituntut memahami teknologi, perawatan, hingga layanan purna jual.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperkuat peran pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri transportasi.
Komitmen itu disampaikan dalam panel diskusi bertajuk “Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan” yang digelar di ajang GIIAS 2026 yang baru berakhir kemarin (9/8).
Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
“Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri,” ujar Susilo.
Pendidikan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Industri
Panel diskusi tersebut menghadirkan Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan, Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI Pieter Andre, serta Direktur PT Duta Cemerlang Motors (DCM) Christian Hemasurya.
Arie mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan industri diperlukan agar siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memahami perkembangan teknologi serta kondisi dunia kerja.
“Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Arie.
Hino Indonesia Partnership School
Untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan industri, Hino menjalankan program Hino Indonesia Partnership School (HIPS).
Program ini menghubungkan sekolah kejuruan dengan dunia industri melalui berbagai kegiatan, seperti penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, sertifikasi kompetensi, hingga praktik kerja industri.
Melalui program tersebut, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja, khususnya industri kendaraan niaga.
Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kemampuan dasar, tetapi juga lebih siap menghadapi tuntutan industri setelah menyelesaikan pendidikan.
Hino Academy Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja
Selain melalui sekolah, Hino juga mengembangkan Hino Indonesia Academy sebagai pusat peningkatan kompetensi bagi mekanik, pengemudi, dan tenaga profesional di industri transportasi.
Pelatihan disesuaikan dengan perkembangan teknologi kendaraan Hino dan kebutuhan pelanggan.
Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI, Pieter Andre, menilai pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi.
“Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujarnya.
Dealer Ikut Berperan
Jaringan dealer Hino juga menjadi bagian dari pengembangan SDM. Dealer dapat menjadi tempat praktik kerja industri sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai lingkungan kerja.
Direktur PT Duta Cemerlang Motors, Christian Hemasurya, mengatakan lulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri akan lebih mudah beradaptasi saat memasuki dunia kerja.
“Bagi dealer, keberadaan lulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri sangat membantu proses adaptasi di dunia kerja,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut membuat proses pengembangan SDM berlangsung lebih berkelanjutan, mulai dari sekolah, pelatihan, praktik kerja, hingga memasuki dunia industri.
Melalui penguatan pendidikan vokasi, Hino berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri kendaraan niaga.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun industri transportasi Indonesia yang lebih produktif, aman, dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi kendaraan yang semakin pesat.