← Beranda
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tembus 251 Ribu Unit, Model Toyota Ini Paling Diburu Pasar Global
Dony Lesmana Eko PutraRabu, 29 Juli 2026 | 17.55 WIB
Sejumlah mobil yang akan di ekspor terparkir di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok. (Istimewa)

JawaPos.com - Industri otomotif Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, ekspor mobil buatan dalam negeri terus tumbuh, dengan Toyota Indonesia menjadi penyumbang terbesar.

Model seperti Avanza, Veloz, Raize, hingga Yaris Cross menjadi tulang punggung ekspor, sementara kendaraan hybrid juga mencatat lonjakan permintaan di berbagai negara.

Kinerja ekspor kendaraan produksi Indonesia menunjukkan tren positif pada semester pertama 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) nasional mencapai 251.705 unit, meningkat 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat ekspor sebanyak 145.080 unit, atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan.

Angka tersebut sekaligus membuat Toyota berkontribusi sekitar 57,6 persen terhadap total ekspor mobil CBU Indonesia.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, dalam keterangan resminya (29/7) menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara industri otomotif nasional, jaringan pemasok lokal, serta dukungan pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia di pasar global.

"Kolaborasi dengan lebih dari 760 pemasok lokal, termasuk pelaku industri kecil dan menengah (IKM), menjadi salah satu faktor penting yang menjaga kualitas sekaligus daya saing kendaraan produksi dalam negeri di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global," kata Nandi.

Asia Jadi Pasar Terbesar

Dari sisi tujuan ekspor, kawasan Asia masih menjadi pasar utama kendaraan produksi Toyota Indonesia dengan kontribusi 57,8 persen dari total pengiriman.

Selanjutnya disusul kawasan Amerika yang menyerap 29,5 persen, sedangkan Timur Tengah berkontribusi sekitar 12 persen. Kendaraan produksi Indonesia juga telah dipasarkan ke lebih dari 100 negara yang tersebar di Asia, Afrika, Amerika Selatan, Australia, hingga kawasan Oseania.

Secara akumulatif, sejak memulai kegiatan ekspor pada 1987, Toyota Indonesia telah mengirimkan 3.296.874 unit kendaraan ke berbagai negara.

Tak hanya kendaraan utuh, perusahaan juga mengekspor berbagai komponen otomotif, mulai dari CKD (Completely Knocked Down), komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, hingga dies atau cetakan produksi untuk kebutuhan manufaktur di luar negeri.

Avanza hingga Yaris Cross Jadi Andalan

Dari sisi model, Toyota Avanza dan Toyota Veloz masih menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan total 32.571 unit sepanjang semester I 2026.

Posisi berikutnya ditempati Toyota Raize yang mencatat ekspor 26.082 unit, disusul Toyota Yaris Cross sebanyak 20.441 unit. Sementara itu, permintaan kendaraan elektrifikasi juga terus meningkat.

Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Toyota Yaris Cross Hybrid mencatat total ekspor 12.693 unit selama Januari–Juni 2026 atau melonjak 46,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sejak mulai dipasarkan ke luar negeri pada 2023, kedua model hybrid tersebut telah membukukan ekspor kumulatif lebih dari 62.900 unit, mencerminkan semakin besarnya minat pasar global terhadap kendaraan elektrifikasi produksi Indonesia.

Pertumbuhan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional. Selain memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan di kawasan Asia Tenggara, peningkatan ekspor juga menunjukkan bahwa mobil buatan dalam negeri semakin mampu bersaing di pasar internasional, termasuk di segmen kendaraan ramah lingkungan yang permintaannya terus meningkat.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra