← Beranda
Periklindo Gelar PEVC 2026, Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik dan Ekonomi Elektrifikasi
Nanda PrayogaRabu, 29 Juli 2026 | 03.47 WIB
Launching Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perkembangan kendaraan listrik kini tidak lagi hanya dipandang sebagai bagian dari transisi energi, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting yang akan membentuk pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Menyikapi perubahan tersebut, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) bersama Gemalindo Kreasi Indonesia kembali menggelar Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026, yang akan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Mövenpick Hotel Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan ketiga setelah sukses digelar di Bali pada 2024 dan 2025, PEVC terus memperkuat posisinya sebagai forum internasional yang mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, hingga perusahaan teknologi.

Baca Juga: Jose Mourinho Ingin Raul Asencio Tinggalkan Real Madrid, Masa Depannya di Bernabeu Terancam

“Forum ini menjadi wadah untuk membahas perkembangan industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem mobilitas yang bersih, efisien, dan berkelanjutan,” kata Ketua Umum Periklindo, Moeldoko di Jakarta, Selasa (28/7).

Mengangkat tema "The Future of a Clean and Efficient Mobility", PEVC 2026 akan membahas berbagai isu strategis terkait masa depan mobilitas, investasi, teknologi, industri, hingga pembangunan ekonomi pada era elektrifikasi.

Pembahasannya tidak terbatas pada perkembangan kendaraan listrik, tetapi juga mencakup transformasi lintas sektor yang dipicu oleh kemajuan teknologi dan percepatan adopsi elektrifikasi.

Saat ini, kendaraan listrik telah berkembang menjadi lebih dari sekadar solusi untuk menekan emisi karbon. Elektrifikasi dinilai mampu menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan daya saing industri, penguatan ketahanan energi nasional, percepatan hilirisasi sumber daya alam, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan baru.

Baca Juga: Nomor Punggung Potensial Yan Diomande di Real Madrid, Mana yang Paling Cocok?

Di tengah perubahan geopolitik dan percepatan transisi energi global, Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia. Kekayaan mineral strategis, berkembangnya sektor manufaktur, serta besarnya pasar domestik menjadi faktor yang memperkuat posisi Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Berangkat dari peluang tersebut, PEVC 2026 akan menjadi forum yang mengulas berbagai strategi menuju Electrified Economy. Sejumlah topik yang dibahas meliputi penguatan ketahanan energi, strategi menghadapi dinamika geopolitik, pengembangan industri berkelanjutan, hingga upaya mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui ekosistem kendaraan listrik.

Berbeda dari konferensi otomotif pada umumnya, PEVC 2026 mengangkat perspektif yang lebih luas dengan menyoroti dampak elektrifikasi terhadap berbagai sektor, seperti manufaktur, energi, logistik, investasi, kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, hingga pembangunan kota pintar (smart city).

Dengan demikian, forum ini tidak hanya relevan bagi industri otomotif, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan yang ingin memahami arah perubahan ekonomi global.

PEVC 2026 juga akan membahas berbagai inovasi yang diperkirakan menjadi fondasi mobilitas masa depan, mulai dari baterai generasi terbaru, teknologi pengisian daya ultra-cepat, kendaraan berbasis AI dan software-defined vehicle, kendaraan otonom, pengembangan smart grid, elektrifikasi armada logistik, hingga pemanfaatan kendaraan listrik di sektor maritim, penerbangan, dan kawasan industri. Berbagai teknologi tersebut dinilai akan berperan penting dalam menentukan arah investasi dan strategi bisnis beberapa tahun mendatang.

Salah satu fokus utama konferensi adalah transformasi sektor logistik. Elektrifikasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya distribusi, menciptakan sistem logistik yang lebih cerdas, serta memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan.

Baca Juga: PDIP Kritik MBG yang Diduga Pangkas Dana Pendidikan, Tegaskan Beda dengan Gagasan Mustika Rasa Bung Karno

Selain itu, pembahasan juga mencakup penerapan kendaraan listrik pada sektor maritim, penerbangan, kawasan industri, hingga pengembangan ekonomi sirkular baterai sebagai bagian dari fondasi industri masa depan.

Sebagai forum internasional, PEVC 2026 akan menghadirkan keynote speech serta empat sesi pleno yang membahas berbagai isu strategis terkait perkembangan industri kendaraan listrik dan transformasi ekonomi global.

Sesi pertama bertajuk "Indonesia Economic & Geopolitical Outlook 2027: Driving the Electrified Economy", sesi kedua, "The Next-Gen EV: Advanced Electrification & Autonomous Drive Technology", sesi ketiga bertema "Green Commercial Fleet: Transforming Logistics with Electric Vehicles", dan sesi keempat, "Beyond Roads & Last-Mile: Optimizing Urban Delivery, Maritime, and Industrial Electrification".

Baca Juga: Pramono Anung Buka Suara Usai Mendagri Wanti-wanti Soal Obligasi Jakarta Rp 3,5 Triliun

Melalui penyelenggaraan PEVC 2026, PERIKLINDO kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional bersama pemerintah dan pelaku industri.

Konferensi ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kolaborasi, investasi, dan inovasi yang semakin memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik global.

EDITOR: Bintang Pradewo