JawaPos.com - Ferrari resmi memperkenalkan Luce sebagai mobil listrik murni pertama mereka. Sayangnya, mobil ini tampak panen hujatan.
Seperti dilansir dari Carscoops, model ini hadir sebagai kendaraan empat pintu dengan konfigurasi lima penumpang dan mengusung empat motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga hingga 1.035 hp atau setara 772 kW. Dengan performa tersebut, Luce diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 2,5 detik.
Ferrari menyebut Luce bukan sekadar mobil listrik biasa, melainkan produk baru yang dirancang untuk memperluas lini merek tanpa menggantikan model bermesin pembakaran internal maupun hybrid. Mobil ini juga menjadi Ferrari pertama yang mampu membawa lima orang sekaligus berkat platform EV khusus yang digunakannya.
Spesifikasi Ferrari Luce EV!
Dari sisi desain, Luce dikembangkan bersama LoveFrom, studio desain milik mantan desainer Apple, Jony Ive dan Marc Newson. Ferrari memberikan kebebasan penuh kepada studio tersebut untuk menciptakan bentuk yang benar-benar berbeda dari Ferrari pada umumnya.
Secara tampilan, Luce mengusung desain futuristis dengan rumah kaca minimalis dan elemen aerodinamika mengambang di bagian depan maupun belakang. Bagian depan mobil tampil agresif dengan sayap besar yang mengingatkan pada Dodge Charger Daytona, dipadukan area hitam mengilap di kap mesin. Namun, desain lampu dan fascia depannya dianggap cukup jauh dari identitas khas Ferrari.
Mobil ini menggunakan velg berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, menjadikannya roda terbesar yang pernah dipasang pada Ferrari produksi massal. Di bagian samping terdapat ventilasi besar di belakang roda depan untuk membantu aliran udara, serta penggunaan door handle model tersembunyi ala Tesla Cybertruck. Ferrari juga menerapkan pintu belakang model suicide door untuk memudahkan akses penumpang.
Sementara itu, bagian belakang Luce mengusung konsep hatchback dengan kaca belakang yang menyatu dengan pintu bagasi. Ferrari menyebut desain ini terinspirasi dari 360 Modena dan 458 Italia, terutama pada bagian proporsi dan garis bodinya.
Masuk ke kabin, Ferrari memadukan teknologi digital dengan kontrol fisik tradisional. Setir berbahan aluminium daur ulang dipasangkan dengan panel instrumen bergerak yang mengikuti posisi kemudi agar informasi tetap berada di pandangan pengemudi. Selain layar OLED khusus, Ferrari tetap mempertahankan tombol, sakelar, dan kenop fisik.
Ada pula detail unik seperti kunci berbahan Corning Gorilla Glass dengan teknologi E Ink. Saat mobil dikunci atau dinyalakan, sistem akan menampilkan animasi khas warna kuning Ferrari di seluruh tampilan kabin. Ferrari bahkan menyediakan tuas fisik khusus untuk mengaktifkan Launch Mode.
Fitur kenyamanan Luce juga tergolong mewah. Mobil ini tersedia dengan kursi pijat opsional, kontrol penumpang belakang, serta sistem audio 21 speaker berkekuatan 3.000 watt.
Untuk baterai, Ferrari membekali Luce dengan paket 122 kWh dan arsitektur 800V. Mobil ini mendukung pengisian cepat DC hingga 350 kW yang memungkinkan pengisian 70 kWh hanya dalam waktu 20 menit.
Bobot mobil mencapai 2.260 kg, namun Ferrari mengklaim teknologi baterai rendah, sistem empat motor, serta pengaturan vektor torsi membuat pengendaliannya terasa seperti mobil yang lebih ringan sekitar 400 kg.
Ferrari juga menghadirkan sistem suara unik untuk Luce. Alih-alih menggunakan suara sintetis seperti kebanyakan EV, sistem ini memanfaatkan getaran asli dari komponen penggerak yang kemudian diperkuat melalui teknologi khusus mirip gitar listrik. Pengemudi juga dapat mengatur volume suara sesuai keinginan.
Keempat motor listrik pada Luce diambil dari pengembangan supercar Ferrari F80 dan dipasang pada subframe khusus untuk meredam getaran jalan. Paket baterainya juga berfungsi sebagai bagian struktural mobil yang meningkatkan kekakuan bodi hingga 25 persen dan kekakuan torsi sebesar 35 persen dibanding model Ferrari empat pintu sebelumnya.
Baca Juga: Mobil Listrik Ferrari Luce Dicibir, Lamborghini Lempar Sindiran Pedas
Ferrari akan mulai membuka pemesanan Luce di Eropa pada akhir tahun ini dengan harga sekitar 520 ribu euro atau setara Rp9,7 miliar. Sementara pasar Amerika Utara baru akan mendapatkan mobil ini pada kuartal kedua 2027. (*)