← Beranda
Air Hujan Bukan Sekadar Air, Ini Ancaman Tersembunyi untuk Mobil Anda
Dony Lesmana Eko PutraSenin, 27 April 2026 | 02.44 WIB
Bercak pada bodi mobil dan kaca akibat air hujan. (Istimewa)

JawaPos.com - Segera cuci mobil untuk menghilangkan air hujan yang mulai mengering. Gunakan sabun pencuci mobil dan juga spons halus untuk menghilangkan bercak bekas air hujan. Air hujan yang dibiarkan mengering di bodi mobil dapat merusak lapisan cat dan akhirnya menyebabkan karat.

Alasan air hujan harus cepat dibasuh pada bodi mobil karena mengandung berbagai zat yang kurang bersahabat yang bisa merusak bodi dan komponen mobil. Apalagi hidup di kota besar yang mengandung banyak polusi dan mengandung zat berbahaya seperti :

Zat Asam: Fenomena hujan asam memang nyata. Polusi udara dari knalpot kendaraan, pabrik, dan lain-lain bercampur dengan uap air di atmosfer, menciptakan air hujan yang sedikit asam.

Mineral dan Partikel Lain: Saat air hujan jatuh dan mengalir, ia bisa membawa serta debu, pasir, lumpur, bahkan partikel logam kecil dari jalanan.

Sisa Polutan: Partikel kotoran dan minyak yang menempel di bodi mobil bisa terlarut oleh air hujan, lalu mengering dan meninggalkaoda yang sulit dihilangkan.

Air hujan sebagai musuh kecil yang siap menyerang mobil Anda mungkin agak berlebihan, tapi memahaminya sebagai pengguna mobil yang membutuhkan perhatian ekstra adalah langkah yang tepat!

Dampak Buruk Air Hujan 

Dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh air hujan jika mobil kesayangan Anda tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari, ya!

1. Karat dan Korosi, Musuh Utama Logam!
Air hujan mengandung asam, bisa mempercepat proses karat pada bagian-bagian logam mobil. Bagian yang paling rentan adalah sasis, kolong mobil, sambungan-sambungan, baut, mur, hingga knalpot.

Karat bisa mengikis kekuatan logam dan berpotensi menyebabkan kerusakan serius jika dibiarkan terlalu lama. Apalagi kalau Anda sering melewati genangan air, area kolong mobil jadi makin rawan!

2. Kerusakan Cat Mobil dan Jamur Membandel
Pernah melihat noda mirip bercak putih atau bintik-bintik buram di bodi mobil setelah kehujanan dan dibiarkan kering begitu saja?

Itu adalah water spot atau jamur cat! Kandungan mineral dan polutan dalam air hujan bisa mengendap di permukaan cat dan mengikis lapisan pelindungnya.

Akibatnya, cat mobil jadi kusam, belang, bahkan bisa timbul jamur yang sulit dihilangkan, mengurangi kilau mobil Anda.

3. Jamur Kaca dan Headlamp, Mengurangi Visibilitas
Bercak jamur pada kaca depan, samping, dan belakang bisa sangat mengganggu pandangan Anda saat berkendara, apalagi di malam hari atau saat hujan lebat.

Bercak jamur pada kaca mobil yang susah hilang akibat rintikan hujan. (Istimewa)
Bercak jamur pada kaca mobil yang susah hilang akibat rintikan hujan. (Istimewa)

 

Visibilitas yang buruk tentu sangat berbahaya! Begitu juga dengan headlamp yang berjamur, pancaran cahayanya jadi tidak maksimal.

4. Masalah pada Rem, Bahaya Tak Terduga!
Komponen rem yang basah atau kotor akibat lumpur dan pasir dari genangan air bisa membuat pengereman kurang pakem, bahkan berisiko blong jika kotoran menumpuk. Pastikan selalu mengecek kondisi kampas dan cakram rem.

5. Komponen Kelistrikan yang Rawan Konslet
Air adalah konduktor listrik. Jika ada bagian kabel atau komponen kelistrikan yang terekspos air hujan, apalagi sampai masuk ke ruang mesin atau kabin, risiko korsleting sangat tinggi.

Ini bisa menyebabkan malfungsi pada sistem lampu, AC, sensor, atau bahkan membuat mobil mogok total.

6. Kaki-kaki dan Suspensi Cepat Aus
Menerjang lubang secara tidak sengaja bisa memberikan tekanan berlebih pada sistem kaki-kaki dan suspensi mobil. Akibatnya, komponen seperti shockbreaker, bushing, dan tie rod bisa cepat aus atau rusak, membuat perjalanan jadi tidak nyaman dan berisiko.

7. Interior Mobil Berbau Apek dan Berjamur
Jika ada rembesan air masuk ke kabin atau karpet mobil Anda basah dan tidak segera dikeringkan, siap-siap saja dengan bau apek dan munculnya jamur di interior.

Ini tentu sangat mengganggu dan tidak sehat bagi pernapasan Anda dan keluarga.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra