← Beranda
Mobil Listrik Niaga Rp 200 Jutaan Jarak Tempuh 300 Km, Siap Ubah Cara Bisnis
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 10 April 2026 | 17.55 WIB
DFSK Gelora E mobil listrik penunjang bisnis UMKM. (Istimewa)

JawaPos.com - tengah tekanan biaya operasional dan harga bahan bakar yang terus naik, satu pertanyaan mulai menghantui pelaku usaha: berapa lama lagi bisnis bisa bertahan tanpa efisiensi? Jawabannya mulai terlihat lewat kehadiran DFSK Gelora E, kendaraan listrik niaga ringan yang diam-diam mulai mengubah peta bisnis transportasi di Indonesia.

Bukan sekadar mobil listrik biasa, DFSK Gelora E dirancang sebagai senjata baru pelaku usaha untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Tersedia dalam dua varian utama—Blind Van dan Minibus—kendaraan ini langsung menyasar kebutuhan riil bisnis modern.

Varian Minibus menawarkan kapasitas hingga 7 penumpang, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai kebutuhan seperti travel, shuttle karyawan, angkutan umum, hingga sektor pariwisata. Fleksibilitas ini membuat Gelora E bukan hanya kendaraan, tapi juga aset bisnis yang terus bekerja.

Sementara itu, varian Blind Van hadir dengan dimensi besar (panjang 4.500 mm, lebar 1.680 mm, tinggi 2.000 mm) yang memberikan ruang kargo ekstra luas. Artinya, lebih banyak barang bisa diangkut dalam sekali jalan—efisiensi waktu dan biaya langsung terasa.

Yang membuatnya semakin menarik adalah sektor jantung pacu. DFSK Gelora E dibekali baterai Lithium-ion berkapasitas 38 kWh hingga 42 kWh, dengan jarak tempuh mencapai 268 km hingga 300 km (NEDC). Angka ini cukup untuk operasional harian tanpa perlu sering mengisi daya—sebuah keuntungan besar bagi bisnis dengan mobilitas tinggi.

Tak hanya itu, DFSK juga memberikan rasa aman lewat garansi baterai selama 5 tahun atau 200.000 km, serta garansi kendaraan 3 tahun atau 120.000 km. Ini menjadi bukti bahwa kendaraan listrik bukan lagi eksperimen, melainkan investasi jangka panjang.

Dengan banderol mulai Rp 248 juta (OTR Jakarta), Gelora E langsung masuk radar sebagai salah satu mobil listrik niaga paling terjangkau di kelasnya. Apalagi, ada program “DFSK Dukung Bisnis Anda” dengan subsidi trade-in hingga Rp 85 juta—sebuah insentif besar untuk pelaku usaha yang ingin beralih dari kendaraan konvensional.

Menariknya lagi, setiap pembelian unit sudah termasuk gratis portable charger dan wall charger beserta instalasi, sehingga pengguna tidak perlu repot memikirkan infrastruktur pengisian daya. Namun DFSK tak berhenti di sana.

Melalui kehadiran DFSK Super Cab, pabrikan ini juga menawarkan solusi kendaraan niaga konvensional yang fleksibel dan siap dimodifikasi sesuai kebutuhan bisnis. Mulai dari usaha logistik, kuliner, hingga mobile service, Super Cab dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang bisa disesuaikan dengan strategi usaha.

Dijual mulai Rp 158,5 juta (OTR Jakarta), Super Cab menawarkan keunggulan di berbagai aspek. Dari kabin lega untuk tiga penumpang, bak luas dengan kapasitas hingga 1,2 ton, hingga mesin bensin 1.500 cc Dual VVT yang bertenaga namun tetap efisien bahan bakar.

Yang tak kalah penting adalah komitmen DFSK terhadap layanan purna jual. Baik Gelora E maupun Super Cab didukung jaringan bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, serta paket perawatan yang memudahkan pemilik dalam menjaga performa kendaraan.

Untuk Gelora E, tersedia free maintenance hingga 5 tahun/200.000 km, sementara Super Cab mendapatkan gratis servis hingga 15 kali dalam 5 tahun. Ini berarti biaya operasional bisa ditekan sejak hari pertama.

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah kendaraan listrik layak digunakan untuk bisnis, tetapi seberapa cepat pelaku usaha berani beralih.

Karena dengan kombinasi harga kompetitif, efisiensi tinggi, dan dukungan penuh dari pabrikan, DFSK Gelora E bukan sekadar kendaraan—melainkan langkah nyata menuju bisnis yang lebih cerdas, hemat, dan berkelanjutan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra