← Beranda
Resmikan Fasilitas Perakitan EV di Magelang, Prabowo Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik Nasional Mulai 2028
Nanda Prayoga• Jumat, 10 April 2026 | 00.54 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa).

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mulai memproduksi mobil sedan listrik secara massal pada 2028 sebagai bagian dari penguatan industri kendaraan listrik nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).

"Memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," kata Prabowo seperti dikutip dari Antara.

Target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kapasitas industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri. Presiden menilai, kemampuan Indonesia dalam memproduksi kendaraan komersial listrik seperti bus dan truk saat ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas.

Dalam rangka mendukung rencana tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan yang akan fokus memproduksi sedan listrik.

"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik," kata Prabowo.

Baca Juga: Besok, Presiden Prabowo Dijadwalkan Meresmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang

Sebelumnya, Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden meminta perguruan tinggi turut berperan dalam mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta konversi kendaraan listrik.

Menurut Brian, kontribusi tersebut diharapkan hadir melalui riset, kajian, dan inovasi dari kampus guna mendukung pemanfaatan energi terbarukan, khususnya PLTS yang diarahkan sebagai pengganti pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dinilai masih mahal.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan peralihan ke kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dinilai penting mengingat penggunaan pembangkit diesel dan kendaraan berbasis BBM masih sangat bergantung pada pasokan minyak dengan harga yang relatif tinggi dan berdampak pada perekonomian.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Presiden juga menginstruksikan pembangunan PLTS dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt guna mempercepat program elektrifikasi sekaligus mendukung target swasembada energi nasional.

EDITOR: Estu Suryowati