JawaPos.com-Banyak orang berpikir mobil yang jarang digunakan akan lebih awet karena minim pemakaian. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Mobil yang terlalu lama “menganggur” bisa mengalami berbagai masalah teknis yang tidak kalah serius dibanding mobil harian.
Berikut tujuh alasan kenapa mobil yang jarang dipakai justru lebih cepat rusak:
1. Aki Cepat Tekor
Aki mobil tetap bekerja meski kendaraan tidak digunakan, terutama untuk sistem elektronik. Jika mobil dibiarkan terlalu lama tanpa dinyalakan, aki akan kehilangan daya secara perlahan hingga akhirnya soak.
2. Oli Mengendap dan Kehilangan Kualitas
Oli mesin yang tidak bersirkulasi dalam waktu lama bisa mengendap dan terkontaminasi. Akibatnya, pelumasan tidak optimal saat mesin pertama kali dinyalakan, yang berpotensi mempercepat keausan komponen.
3. Rem Bisa Macet
Mobil yang parkir terlalu lama berisiko mengalami rem lengket, terutama pada bagian cakram dan kampas. Kondisi ini biasanya terjadi karena kelembapan yang menyebabkan karat ringan pada sistem pengereman.
4. Ban Mengalami Flat Spot
Ban yang menahan beban kendaraan dalam posisi yang sama dalam waktu lama bisa berubah bentuk (flat spot). Akibatnya, mobil terasa tidak nyaman saat digunakan kembali karena getaran.
5. Bahan Bakar Bisa Rusak
Bensin atau solar yang terlalu lama mengendap di tangki dapat mengalami penurunan kualitas. Dalam beberapa kasus, bahan bakar bahkan bisa menguap sebagian atau meninggalkan residu yang mengganggu sistem injeksi.
6. Karet dan Seal Cepat Getas
Komponen berbahan karet seperti seal, selang, dan wiper membutuhkan pelumasan alami dari penggunaan rutin. Jika mobil terlalu lama diam, karet bisa mengering, retak, dan akhirnya bocor.
Baca Juga: 7 Tanda Rack Steer Mobil Harus Diservis, Jangan Tunggu Rusak Parah!
7. Risiko Karat Lebih Tinggi
Mobil yang jarang digunakan, terutama jika disimpan di tempat lembap, lebih rentan mengalami karat. Tanpa panas mesin dan sirkulasi udara yang cukup, kelembapan bisa bertahan lebih lama di berbagai bagian mobil. (*)