← Beranda
5 Tanda V-Belt Motor Matic Harus segera Diganti, Jangan Sampai Putus di Jalan!
Fatah ElhuseinMinggu, 15 Maret 2026 | 08.38 WIB
Ilustrasi v-belt motor matic. (Wahana Honda)

 

 

JawaPos.com-V-belt merupakan salah satu komponen penting pada motor matic yang berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Komponen ini bekerja terus-menerus setiap kali motor digunakan, sehingga memiliki masa pakai tertentu.

Jika kondisi v-belt mulai menurun, performa motor biasanya ikut terdampak. Bahkan dalam kondisi tertentu, v-belt yang sudah aus bisa putus secara tiba-tiba saat motor sedang digunakan.

Dilansir dari laman Wahanahonda dan Suzuki, ada beberapa tanda yang menunjukkan v-belt motor sudah waktunya diganti. Pengendara sebaiknya mengenali tanda-tanda ini agar dapat melakukan penggantian lebih cepat sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.

Berikut beberapa tanda v-belt motor matic harus segera diganti, seperti dilansir dari Suzuki dan Wahana Honda.

1. Tarikan Motor Terasa Lebih Berat

Salah satu tanda paling umum dari v-belt yang mulai aus adalah tarikan motor yang tidak lagi terasa halus seperti biasanya. Motor matic yang normal biasanya memiliki akselerasi yang ringan dan responsif.

Namun, ketika v-belt mulai melemah atau mendekati masa pakainya, tarikan gas dapat terasa lebih berat atau bahkan tersendat. Kondisi ini terjadi karena kemampuan v-belt dalam menyalurkan tenaga dari mesin ke roda sudah tidak optimal.

 

2. Muncul Retakan pada Permukaan V-Belt

Cara paling mudah untuk mengetahui kondisi v-belt adalah dengan memeriksa bagian fisiknya secara langsung. V-belt yang masih dalam kondisi baik biasanya memiliki permukaan karet yang utuh dan fleksibel.

Namun, jika mulai terlihat retakan pada bagian karet atau pada lekukan berbentuk huruf V yang bergerigi, hal tersebut menjadi tanda bahwa v-belt sudah mulai aus. Retakan tersebut bisa semakin melebar jika terus digunakan, bahkan berisiko menyebabkan v-belt putus saat motor sedang berjalan.

 

3. Kawat V-Belt mulai Berkarat

Selain bagian karet, komponen v-belt juga memiliki kawat penguat di bagian dalamnya. Kawat ini berfungsi menjaga kekuatan dan ketahanan v-belt saat bekerja menyalurkan tenaga mesin.

Jika saat diperiksa kawat tersebut sudah terlihat berkarat atau mengalami kerusakan, maka v-belt sebaiknya segera diganti. Kondisi kawat yang tidak lagi prima dapat meningkatkan risiko v-belt putus saat motor digunakan.

Meskipun bagian karet terlihat masih baik, kawat yang sudah berkarat tetap dapat memengaruhi kekuatan keseluruhan komponen tersebut.

 

4. Jarak Tempuh sudah Melebihi Batas Pemakaian

V-belt juga memiliki batas usia pakai yang biasanya dihitung berdasarkan jarak tempuh kendaraan. Menurut sejumlah produsen motor, v-belt umumnya disarankan untuk diganti setelah motor menempuh jarak sekitar 15.000 hingga 20.000 kilometer.

Jika sudah melewati batas tersebut, performa v-belt biasanya mulai menurun. Risiko keretakan hingga putus juga menjadi lebih tinggi apabila komponen ini terus dipaksakan digunakan. Karena itu, pengecekan rutin pada kilometer motor menjadi hal penting untuk menentukan waktu penggantian v-belt.

 

Baca Juga: Jangan Sampai Motor Bermasalah Saat Mudik! Ini Cara Mudah Ganti Oli Gardan Motor Matic Sendiri di Rumah  

5. Performa Motor mulai Menurun

Selain tarikan yang terasa berat, penurunan performa motor juga bisa menjadi tanda bahwa v-belt mulai bermasalah. Motor mungkin terasa kurang bertenaga atau akselerasinya tidak secepat biasanya.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan v-belt yang sudah menurun dalam mentransfer tenaga dari mesin ke roda belakang. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan