← Beranda
6 Penyebab Oli Mesin Cepat Berkurang dan Cara Mencegahnya agar Kendaraan Lebih Awet
Jhosua Anju Eko ManaluKamis, 11 September 2025 | 22.01 WIB
Ilustrasi rembesan oli di sambungan mesin salah satu penyebab oli mobil cepat berkurang jika seal mesin bocor (Dok. Suzuki)

JawaPos.com - Oli mesin yang cepat berkurang sering menjadi keluhan bagi pemilik kendaraan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti kebocoran, kualitas oli yang kurang baik, dan komponen mesin yang sudah aus. Mengetahui penyebabnya secara tepat sangat penting untuk menjaga keamanan kendaraan, performa mesin, dan menghindari biaya perbaikan yang membengkak.

Dilansir dari laman resmi Suzuki dan AstraOtoshop, volume oli yang berkurang lebih dari 10% di antara waktu penggantian oli bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin. Pada sepeda motor, misalnya, oli yang cepat habis bisa disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang ekstrem atau seal oli yang sudah tua dan rusak.

Berikut adalah sejumlah penyebab oli cepat berkurang dan langkah praktis untuk mencegahnya demi menjaga performa mesin tetap optimal.

1. Seal Mesin Bocor atau Packing yang Rusak

Seal mesin atau packing yang berada di sambungan-sambungan bagian mesin dapat mengalami pengerasan, retak atau robek setelah pemakaian lama. Seal mesin yang rusak membuat oli keluar atau merembes di sambungan mesin.

Ketika seal bocor, oli tidak hanya hilang secara eksternal, tetapi juga bisa terserap ke bagian mesin yang panas lalu menguap lebih cepat. Untuk mencegahnya, seal atau packing yang sudah keras atau rusak perlu diganti dengan yang baru dengan spesifikasi sesuai kendaraan.

2. Ring Piston atau Ring Seher Rusak

Ring piston/ring seher merupakan bagian yang menahan agar oli tidak masuk ke ruang pembakaran. Jika ring ini aus atau rusak, oli akan terbakar bersama bahan bakar dan keluar melalui knalpot sebagai asap putih tanda jelas bahwa oli terbuang bukan karena bocor saja.

Kerusakan pada ring piston biasanya terjadi akibat keausan jangka panjang atau pelumasan yang tidak selalu ideal. Bila dibiarkan, hal ini dapat memperparah konsumsi oli, memicu performa menurun, dan menyebabkan overheat. Solusi yang diperlukan adalah penggantian ring piston di bengkel resmi saat gejala awal terdeteksi.

3. Oli Berkualitas Rendah dan Kurang Tahan Panas

Oli dengan kualitas rendah cenderung cepat mengalami degradasi, kehilangan viskositas dan mudah menguap ketika mesin bekerja pada suhu tinggi. Oli yang tidak tahan panas juga tidak mampu mempertahankan lapisan pelindung antar komponen mesin.

Penggunaan oli kualitas buruk diperparah jika kendaraan sering dipakai dalam kondisi berat seperti macet, jalan berbukit, atau beban berat. Untuk mencegahnya, pilih oli yang memenuhi standar pabrikan, tahan terhadap panas dan memiliki rating yang sesuai untuk kondisi penggunaan Anda.

4. Penguapan Oli pada Mesin Panas

Oli akan menguap secara alami dalam jumlah kecil, namun jika mesin sering bekerja dalam suhu panas atau pendingin mesin tidak optimal, jumlah penguapan akan meningkat. Oli bisa menguap sekitar 10 persen dari volume total jika kondisi mesin dan lingkungan seperti panas ekstrem.

5. Penggunaan Kendaraan Ekstrem atau Beban Berat

Motor atau mobil yang sering mengalami kondisi ekstrem berkendara di traffic padat, sering berhenti-jalan, atau membawa beban berat akan membuat oli bekerja keras. Kondisi tersebut mempercepat degradasi oli dan meningkatkan konsumsi oli. Penggunaan berat seperti itu sebagai penyebab oli motor cepat habis.

Untuk mencegah oli cepat berkurang, penting memeriksa kondisi seal, ring piston, kualitas oli, serta menjaga agar mesin tidak overheat. Gunakan oli yang berkualitas dan sesuai spesifikasi kendaraan; lakukan servis rutin; dan ketika mendeteksi asap putih, suara kasar, atau oli merembes, segera bawa ke bengkel. Dengan perawatan tepat, oli bisa bertahan lebih lama dan mesin kendaraan tetap awet.

EDITOR: Candra Mega Sari