JawaPos.com - Mencuci mobil memang terlihat seperti pekerjaan sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Banyak orang merasa cukup menggunakan sabun apa saja dan alat seadanya agar kendaraan terlihat bersih kembali.
Padahal, tanpa disadari ada beberapa kebiasaan saat mencuci mobil yang justru bisa merusak cat, menimbulkan goresan halus, hingga membuat mobil cepat terlihat kusam. Mulai dari jenis cairan pembersih hingga cara mengeringkan mobil, berikut 8 kesalahan yang sebaiknya kamu hindari saat mencuci kendaraan seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Menggunakan Cairan Pencuci Piring atau Deterjen Pakaian
Banyak orang menganggap sabun cuci piring atau deterjen pakaian cukup ampuh untuk membersihkan mobil. Alasannya sederhana, karena bahan tersebut mudah ditemukan di rumah dan bisa menghilangkan kotoran dengan cepat.
Baca Juga: Praperadilan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Diputus Rabu 11 Maret, KPK Yakin Ditolak
Namun, kedua jenis sabun ini sebenarnya mengandung bahan kimia yang cukup keras serta tingkat alkalinitas tinggi. Jika digunakan terus-menerus, cairan tersebut dapat merusak lapisan pelindung cat mobil sehingga warna mobil lebih cepat kusam dan memudar.
Selain itu, ketika ada bagian cat yang sudah terkelupas, bahan kimia dari deterjen bisa mempercepat proses karat pada bodi mobil. Karena itu, sebaiknya gunakan sampo khusus mobil yang memang dirancang untuk membersihkan tanpa merusak lapisan cat.
2. Memakai Kuas, Sikat, atau Kain yang Terlalu Kasar
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan alat pembersih yang tidak tepat, seperti sikat berbulu keras, kuas, atau kain lap yang teksturnya kasar. Alat-alat tersebut memang terlihat mampu mengangkat kotoran dengan cepat.
Sayangnya, permukaan yang kasar bisa menimbulkan goresan halus pada cat mobil. Walaupun awalnya terlihat sepele, goresan kecil ini lama-kelamaan akan membuat mobil tampak kusam dan kurang terawat.
Agar lebih aman, kamu sebaiknya menggunakan spons khusus cuci mobil, lap microfiber untuk membersihkan bodi, serta kanebo atau chamois untuk mengeringkan permukaan mobil.
3. Menggosok Kotoran Terlalu Keras
Saat mencuci mobil, kamu mungkin menemukan kotoran yang cukup membandel seperti lumpur kering, kotoran burung, atau bekas oli. Banyak orang langsung menggosok bagian tersebut dengan kuat agar cepat bersih.
Padahal, menggosok terlalu keras justru bisa merusak lapisan cat mobil dan menimbulkan goresan. Alih-alih bersih, permukaan mobil malah bisa menjadi belang atau terlihat tidak mulus.
Cara yang lebih aman adalah dengan membasahi bagian yang kotor terlebih dahulu agar kotorannya melunak. Setelah itu, bersihkan secara perlahan menggunakan spons atau kain lembut dengan gerakan memutar dari atas ke bawah.
4. Membilas dengan Air yang Tidak Bersih
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan air bekas sabun atau air yang sudah bercampur kotoran untuk membilas mobil. Padahal, air yang tidak bersih bisa mengandung debu, minyak, bahkan partikel kecil seperti pasir.
Partikel tersebut berisiko menggores permukaan cat saat proses pembilasan berlangsung. Akibatnya, mobil bisa mengalami baret-baret halus yang membuat tampilannya tidak lagi mulus.
Agar hasilnya maksimal, gunakan air bersih yang mengalir dari selang. Air mengalir akan membantu meluruhkan kotoran lebih efektif tanpa meninggalkan residu sabun atau bercak pada permukaan mobil.
5. Mencuci Mobil di Bawah Sinar Matahari Langsung
Mencuci mobil di tempat yang terkena sinar matahari langsung juga termasuk kesalahan yang sering dilakukan. Banyak orang tidak menyadari bahwa panas matahari dapat membuat air dan sabun mengering lebih cepat di permukaan mobil.
Akibatnya, air yang menguap akan meninggalkan bercak-bercak yang sulit dihilangkan. Selain itu, sabun yang sudah terlanjur kering juga membuat proses pembilasan menjadi lebih sulit.
Untuk menghindari hal ini, sebaiknya kamu mencuci mobil di tempat yang teduh atau melakukannya pada pagi dan sore hari ketika suhu udara lebih sejuk.
6. Lupa Mengeringkan Sisa Air
Setelah selesai mencuci mobil, sebagian orang langsung meninggalkan mobil begitu saja tanpa mengeringkannya. Padahal, air yang tersisa di permukaan mobil bisa menimbulkan noda air atau water spot.
Noda ini terbentuk karena air yang mengering meninggalkan mineral yang menempel pada cat mobil. Jika dibiarkan terlalu lama, bercak tersebut dapat membuat mobil terlihat kusam meskipun baru saja dicuci.
Karena itu, setelah membilas mobil, kamu sebaiknya langsung mengeringkannya menggunakan kanebo atau kain lap yang lembut agar tidak meninggalkan bekas air.
7. Membiarkan Mobil Kering dengan Sendirinya
Masih berkaitan dengan proses pengeringan, banyak orang memilih membiarkan mobil kering sendiri dengan bantuan angin atau sinar matahari. Cara ini memang terlihat praktis karena tidak membutuhkan usaha tambahan.
Namun, cara tersebut justru berisiko meninggalkan bercak air yang sulit dihilangkan. Selain itu, ketika air mengering secara alami, mineral yang tertinggal bisa menempel pada permukaan cat.
Agar mobil tetap terlihat bersih dan mengilap, sebaiknya kamu tetap mengeringkan mobil secara manual menggunakan kain lembut setelah proses mencuci selesai.
8. Terlalu Sering Mencuci Mobil
Banyak orang berpikir semakin sering mencuci mobil maka kondisinya akan semakin bersih dan terawat. Padahal, mencuci mobil terlalu sering juga bisa berdampak buruk pada lapisan cat.
Paparan sabun atau cairan pembersih secara terus-menerus dapat mengikis lapisan pelindung cat mobil. Akibatnya, warna mobil bisa lebih cepat memudar dan lebih mudah terkena goresan.
Agar cat mobil tetap awet, sebaiknya kamu mencuci mobil maksimal satu kali dalam seminggu. Jika mobil memang sangat kotor, gunakan sampo mobil yang lembut agar tidak merusak lapisan cat.