JawaPos.com - Aplikasi trading kini menghadapi ancaman siber yang semakin canggih, mulai dari pencurian data hingga manipulasi transaksi. Karena itu, penerapan keamanan tiga lapis menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan seluruh aktivitas investasi berlangsung tanpa celah.
Sistem berlapis ini biasanya mencakup proteksi identitas, enkripsi data, serta pengawasan aktivitas secara real time yang bekerja saling melengkapi untuk menahan potensi serangan sejak tahap paling awal.
Dengan keamanan tiga lapis, pengguna mendapatkan perlindungan menyeluruh yang tidak hanya menjaga kerahasiaan informasi pribadi, tetapi juga memastikan integritas transaksi serta keamanan saldo investasi.
Pendekatan ini penting untuk membangun kepercayaan di tengah meningkatnya aktivitas trading digital dan maraknya kejahatan siber. Ketika keamanan menjadi fondasi utama, aplikasi trading dapat menyediakan pengalaman investasi yang lebih aman, nyaman, dan bebas risiko bagi seluruh pengguna.
Selaras dengan ini, Pluang, sebagai aplikasi trading dan investasi multi-aset di Indonesia, kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek keamanan dan kepercayaan pengguna melalui penerapan Sistem Keamanan Tiga Lapis (3L). Mekanisme ini mencakup liveness check dan Two-Factor Authentication (2FA) untuk memastikan setiap aktivitas pengguna terlindungi secara menyeluruh.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekosistem investasi digital di Indonesia memang menghadapi lonjakan kasus penipuan, mulai dari kelompok investasi bodong di media sosial hingga situs atau aplikasi palsu yang menyerupai platform resmi.
Berbagai modus yang digunakan pun semakin kompleks, seperti meminta korban membocorkan OTP dan kata sandi, hingga mengarahkan pengguna untuk mengklik tautan atau mengunduh APK mencurigakan yang berisiko menyebabkan hilangnya akses maupun dana.
“Keamanan dan kepercayaan pengguna adalah prioritas utama kami di Pluang. Di tengah meningkatnya risiko kejahatan digital, kami terus memperkuat sistem keamanan serta memberikan edukasi agar pengguna dapat berinvestasi dengan aman,” ujar Claudia Kolonas, CEO & Co-Founder Pluang dalam keterangannya.
Sebagai bagian dari komitmen edukasi kepada masyarakat, Pluang mengingatkan seluruh pengguna untuk memahami serta menerapkan sejumlah prinsip keamanan dasar berikut, seperti:
Pastikan selalu mengakses aplikasi atau situs Pluang melalui kanal resmi atau melalui Google Play Store dan App Store.
Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) dan gunakan PIN transaksi yang kuat serta berbeda dari kode lain yang dimiliki.
Tetap berhati-hati terhadap pesan, panggilan, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan Pluang maupun lembaga resmi.
Jangan membagikan OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai staf.
Hindari bergabung dengan grup Telegram, WhatsApp, atau komunitas media sosial yang tidak terafiliasi secara resmi.
Sementara itu, dalam upaya memperkuat keamanan pengguna dan sebagai bagian penting dari Sistem Keamanan Tiga Lapis (3L), perusahaan kini memperkenalkan fitur verifikasi wajah “Liveness Check”.
Teknologi biometrik ini memastikan identitas diverifikasi langsung oleh pengguna asli, bukan melalui foto, rekaman video, bot, atau pelaku penipuan, pada aktivitas sensitif seperti penarikan saldo dan aset crypto dari perangkat baru, serta proses reset PIN.
Di samping fitur tersebut, perusahaan juga terus meningkatkan berbagai sistem keamanan lain yang sudah lebih dulu diterapkan, seperti PIN/Verifikasi Biometrik dan OTP untuk seluruh aksi penting seperti masuk ke akun dan Two-Factor Authentication (2FA) untuk verifikasi dua langkah pada setiap transfer aset crypto
Bahkan, perusahaan juga menjalankan kebijakan perlindungan data pribadi secara ketat sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), sehingga seluruh prosedur keamanan mengikuti standar tertinggi di industri teknologi finansial.
Sebagai tambahan informasi, hingga November 2025 Pluang telah digunakan oleh 12 juta pengguna terdaftar dan menyediakan akses ke lebih dari 2.000 instrumen investasi, mulai dari aset crypto, saham global dan ETF, saham Indonesia (segera hadir), emas, crypto futures, options trading, hingga reksadana.