JawaPos.com - Majunya teknologi di dunia medis membuat para ahli dapat mengembangkan implan yang membantu manusia. Seperti implan jantung bagi kesehatan hingga implan di wajah untuk mempercantik diri.
Namun, seorang wanita asal California menggunakan implan dalam bentuk yang sangat berbeda dan unik yang dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Anastasia Synn adalah pemegang rekor dunia sebagai wanita dengan implan teknologi terbanyak di tubuhnya. Ada total sebanyak 52 implan yang dipasang di tubuhnya.
Implan di tubuh Anastasia Synn meliputi magnet terbesar yang pernah ditanamkan ke tubuh seseorang, serta teknologi pemancar suara yang ditanamkan di tragus telinganya.
Separuh dari total implan di tubuh Anastasia Synn adalah microchip, yang diprogramkan untuk meningkatkan indra dan kemampuannya, seperti membuka kunci dan menyalakan komputer.
Anastasia Synn tertarik melakukan ide tersebut karena dia menyukai teknologi baru yang dapat memprogram chip dengan ponselnya.
“Putri saya awalnya bertanya apakah dia bisa mendapatkan implan microchip untuk membuka komputernya seperti seorang gadis gamer yang dia lihat di internet, dan saya berkata, ‘Tidak, sebaiknya biarkan saya melakukannya terlebih dahulu sehingga saya dapat memastikannya aman,’” ungkapnya.
Sekitar setengah dari implan di tubuh Anastasia Synn dimasukkan dengan jarum suntik yang tebal dan alat penyedot.
Sisanya, dimasukkan dengan pisau bedah dan setelah itu kulitnya dijahit.
Setelah ditanamkan, implan tersebut harus terus dipantau untuk memastikan bahwa tidak ada chip yang rusak, dan jika terjadi kerusakan maka harus dikeluarkan.
Anastasia Synn mengatakan bahwa dia harus mengganti beberapa implan di tubuhnya selama bertahun-tahun karena alasan tersebut.
Implan di dalam tubuh Anastasia Synn memiliki kemampuan untuk membuatnya menjadi magnetis.
Dia mengatakan tangan kirinya memberinya indra keenam, dan dia bisa merasakan kabel listrik yang terpasang di balik dinding, serta mampu mengetahui apakah trafo menerima daya listrik atau tidak.
“Saya dapat memberitahu anda jika microwave anda mengeluarkan terlalu banyak radiasi. Tanganku akan bergetar,” katanya.
Anastasia Synn juga memiliki magnet di dalam telinganya. Dia dapat mendengar di dalam kepalanya dengan koneksi kabel tembaga, koneksi Bluetooth, dan magnet yang ditanam di telinganya sendiri.
Implannya juga dapat membuatnya melakukan trik sulap dan mengenang hal-hal favorit yang pernah ia lakukan bersama mendiang suaminya.
“Chip yang terpasang di jantungku saat dipindai akan memainkan lagu pernikahan kami,” kata Anastasia.
Meskipun Anastasia Synn merasa senang dengan keputusannya untuk menjadi manusia cyborg, namun implan tersebut ternyata memberinya beberapa tantangan.
Anastasia Synn tidak bisa mendapatkan MRI dan menghadapi rintangan lain seperti harus melepas dan memeriksa implannya sesekali karena ada lapisan eksperimental.
Degradasi pada lapisan implan dapat membuat Anastasia Synn terpapar unsur beracun dari senyawa yang berasal dari papan sirkuit, kawat tembaga, dan neodymium.
“Jika saya mengidap suatu penyakit yang memerlukan MRI rutin, semua implan pasti akan dicabut. Itu akan menghancurkan hatiku karena implan ini sudah menjadi bagian dari diriku,” ucapnya.
Anastasia Synn berkata bahwa memiliki tangan yang magnetis adalah hal yang wajar dan dia tidak perlu khawatir untuk mengambil jepit rambut atau peniti di lantai. Ia juga memiliki kemampuan membuka pintu depan rumahnya secara otomatis.
Tantangan lain yang dialami Anastasia Synn dalam mengoleksi implan di tubuhnya adalah permasalahan daya baterai. Ada beberapa chip yang membutuhkan baterai lithium.
Namun, baterai lithium sangat mematikan dan dia tidak ingin baterai tersebut ditanamkan masuk ke dalam tubuhnya.
Dia juga mengatakan implan teknologi bisa menyakitkan dan beberapa di antaranya terasa sakit selama beberapa bulan sampai tubuhnya terbiasa dengan hal tersebut.