JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memilah tawaran bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdatangan dari luar negeri.
Hanya bantuan berupa alat dan teknologi yang belum ada dan belum dimiliki Indonesia yang bakal dipertimbangkan untuk masuk.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. P. Panjaitan menegaskan hal itu dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim), pada Kamis (22/10).
Dia menyatakan bahwa Indonesia memang mendapatkan beberapa tawaran bantuan luar negeri untuk menangani karhutla.
Baca Juga: Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Asing Biang Kerok Karhutla
”Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kepada Indonesia antara Jepang dan Singapura. Kami menghargai, menghormati seluruh tawaran dari berbagai negara yang sudah menyampaikan ke Indonesia,” kata dia.
Sesuai dengan arahan yang telah disampaikan kepada BNPB, tawaran bantuan tersebut akan diinventarisasi atau dipilah lebih dulu.
Tujuannya tidak lain agar dukungan dari luar negeri benar-benar tepat guna dan tepat sasaran saat dibawa ke Indonesia.
”Kebutuhan bantuan dari luar negeri lebih diarahkan pada pengadaan alat dan teknologi yang belum dimiliki oleh Indonesia saat ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan hal tersebut saat diwawancarai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu malam (21/10).
Baca Juga: Mahasiswa Surabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran, dari Karhutla hingga MBG
Dia menyatakan bahwa tawaran bantuan penanganan karhutla dari luar negeri memang harus dipilah lebih dulu.
”Sudah ada beberapa negara yang menawarkan kepada kita, saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja. Nanti kalau memang kita tidak bisa dan alatnya tidak ada di kita, kita minta kepada mereka. Biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran,” tegasnya.
Kristomei pun mencontohkan tawaran bantuan yang sudah masuk. Yakni bantuan pesawat C-130 Hercules.
Menurut dia, bantuan itu tidak diperlukan oleh Indonesia. Sebab, TNI AU juga memiliki pesawat yang sama dan sudah digunakan dalam upaya penanggulangan karhutla.
”Segera (diterima bantuan dari luar negeri) kalau memang kita butuh dan kita nggak punya (alatnya), why not. Tapi, kalau kita punya kenapa harus minta. Contoh kalau (pesawat) Hercules, negara lain menawarkan ini ada lho pesawat C-130, kita juga ada,” tegasnya.
Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Nyaris 18 Kali Limit WHO, BMKG: Bukan Asap Karhutla