← Beranda
Kemenkes Distribusi Alkes Atasi Kasus ISPA Capai 277.075 Kasus di 6 Wilayah Terdampak Karhutla
Tazkia Royyan Hikmatiar• Rabu, 14 Oktober 2026 | 04.23 WIB
Warga berperahu di tengah kabut asap karhutla di Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim. (Akbar/Radar Sampit)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendistribusikan alat kesehatan. Termasuk konsentrator oksigen, serta logistik medis ke wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan menyusul laporan 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di enam wilayah terdampak karhutla.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyampaikan upaya penanganan di daerah mencakup penyediaan layanan oksigen, pembagian masker, penambahan obat-obatan, hingga penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Di Kalimantan Selatan, dinas kesehatan menyiagakan tim medis di posko komando karhutla dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta petugas pemantau titik api. Layanan Rumah Oksigen juga disediakan di 127 titik pelayanan.

Sementara itu, Kalimantan Barat menyiapkan konsentrator oksigen di fasilitas pelayanan kesehatan melalui program Oase Udara bersama Kemenkes. Dinas kesehatan setempat juga mendistribusikan masker ke puskesmas dengan memprioritaskan kelompok rentan.

“Distribusi masker dilakukan ke seluruh puskesmas untuk dibagikan kepada penduduk terdampak dengan prioritas kelompok rentan,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com Selasa (13/10).

 

Selain itu, persediaan obat-obatan esensial, termasuk obat ISPA, oralit, dan cairan infus, ditambah di puskesmas wilayah terdampak. Sebanyak 35 titik layanan Rumah Oksigen juga disediakan di Kota Pontianak, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Kapuas Hulu.

 

Di Riau, distribusi konsentrator oksigen, pemberian makanan tambahan (PMT), dan masker dilakukan melalui dinas kesehatan kabupaten/kota. Pos pelayanan kesehatan turut disiapkan untuk melayani masyarakat terdampak serta petugas pemadam karhutla. “Melakukan pelayanan Rumah Oksigen di empat titik pelayanan dan melakukan pemantauan lapangan,” ungkap Aji.

 

Adapun di Kalimantan Tengah, dinas kesehatan menyalurkan logistik medis ke puskesmas dan menyediakan layanan Rumah Oksigen di 237 titik. Penguatan surveilans penyakit, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, serta sistem rujukan juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla.

Kemenkes juga mencatat sejumlah penyakit lain yang muncul di wilayah terdampak, antara lain pneumonia, diare akut, penyakit kulit, sakit mata, influenza-like illness (ILI), heat stroke, dan keracunan pangan.

Penanganan dilakukan melalui kombinasi pelayanan medis, pemantauan tren penyakit, edukasi kesehatan, dan koordinasi lintas sektor. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau mengikuti arahan petugas kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di tengah paparan kabut asap.

Sebelumnya, sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di enam provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus dialami anak berusia 0–5 tahun.

 

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 12 Oktober 2026 itu mencakup 63 kabupaten/kota di enam provinsi. Pada tanggal yang sama, tercatat 4.486 kasus ISPA baru di wilayah terdampak karhutla.

 

EDITOR: Diar Candra