JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut merasakan kehilangan pasca berpulangnya Guruh Soekarno Putra. Dia mengenang mendiang putra bungsu Bung Karno itu lewat karya-karyanya.
Pramono termasuk salah seorang tokoh yang hadir dalam pemakaman Guruh di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Sabtu siang (26/9). Dia mengikuti prosesi pemakaman sejak awal sampai selesai.
”Saya mengenal Mas Guruh sudah lama sekali, dan Mas Guruh ini bukan hanya seniman, budayawan, musisi, tetapi juga politisi, tetapi juga seorang kreator,” kenang Pramono.
Baca Juga: FESyar Regional Jawa 2026 Digelar, BI Jatim Bawa Tiga Inovasi Baru
Pejabat yang juga politisi PDI Perjuangan itu mengaku mengenal Guruh secara pribadi. Dia yakin, banyak orang juga mengenang Guruh seperti dirinya. Yakni lewat karya-karya yang sangat banyak jumlahnya.
Menurut Pramono, kepergian Guruh adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, keluarga besar Bung Karno, dan tentu saja PDI Perjuangan sebagai partai tempat Guruh ikut berjuang untuk rakyat.
”Kita semua merasa kehilangan, dan saya secara pribadi mendoakan agar Mas Guruh dilapangkan jalannya, dan apa yang ditinggalkan oleh Mas Guruh itu mudah-mudahan tetap menjadi perekat di hati kita, bukan hanya bagi pengagum Mas Guruh, tetapi orang-orang yang merasakan itu,” harapnya.
Sebelum mendapat kabar Guruh wafat pagi tadi, Pramono sempat berjumpa dengan almarhum sekitar 3 minggu lalu. Dia tidak menampik, belakangan ini kondisi kesehatan Guruh memang tidak baik-baik saja. Namun, semangat dan gairahnya untuk berkesenian tetap tinggi.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini Besok Minggu 27 September 2026: Susun Rencana agar Langkah Lebih Terarah
”Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, tetapi beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya, dan beliau masih berkeinginan untuk GSP itu bisa ditampilkan kembali,” imbuhnya.
Mohammad Guruh Irianto Soekarno Putra atau Guruh Soekarno meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta, pada Sabtu pagi (26/9) pukul 04.16 WIB. Dia meninggal dunia dalam perawatan karena sakit.
Dari rumah duka di Kawasan Kebayoran Baru, rencananya Guruh akan dibawa ke TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Guruh bakal dimakamkan di samping makam ibundanya, Fatmawati. Itu sesuai dengan pesan dan keinginannya.