JawaPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan pekerjaan mudah.
Pria yang sudah dua bulan lebih menjabat sebagai Kepala BGN itu menggambarkan proses pembenahan Tata Kelola tersebut dengan istilah bahasa Jepang "mendokusai", yang berarti merepotkan.
"Mendokusai itu merepotkan. Tapi percayalah bahwa ini harus kita lakukan," ucap Sudaryono melalui pernyataannya yang diunggah di akun instagram @sudaru_sudaryono, Jumat (25/9).
Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra Besok Sabtu 26 September 2026: Saatnya Melepas Beban Lama
Dia berharap proses pembenahan yang dimulai saat ini dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan MBG dalam waktu yang tidak lama.
"Diharapkan dalam waktu yang tidak lama itu kemudian performa kita bisa prima dalam memberikan MBG ke penerima manfaat dengan baik," kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu.
Kualitas Pekerja Hingga Sistem di SPPG Masih Jadi Soal
Mas Dar menyebut masih banyak persoalan yang harus dibenahi, mulai dari kualitas pekerja dapur hingga sistem pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra Besok Sabtu 26 September 2026: Saatnya Melepas Beban Lama
Sebagian pekerja di dapur MBG, diakuinya belum bekerja secara profesional. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dapat diperbaiki melalui pelatihan dan penguatan kepemimpinan di masing-masing dapur.
"Saya memahami memang banyak di antara dapur itu pekerjanya tidak profesional, saya paham. Hanya tidak profesional tapi bisa dilatih," kata Sudaryono.
Menurut dia, kualitas pengelolaan dapur juga sangat bergantung pada kepedulian orang-orang yang berada di dalamnya. Mulai dari pemilik dapur, ahli gizi, akuntan, kepala SPPG hingga chef.
"Selama pemimpin-pemimpinnya itu kemudian care, pemimpin-pemimpinnya itu peduli, ya pemilik dapurnya peduli, ya ahli gizinya peduli, ya akuntannya peduli, ya kepala SPPG-nya peduli, ya chef-nya kemudian juga bersertifikat dan berpengalaman, maka harusnya tidak ada persoalan," ujarnya.
Karena itu, Sudaryono menegaskan BGN akan melakukan penertiban dan pembenahan terhadap tata kelola MBG. Komunikasi dengan para mitra juga akan diperkuat melalui pertemuan rutin dengan mitra untuk menyampaikan perkembangan maupun kebijakan terbaru.
Baca Juga: Terjerat 4 Pemerasan, Bupati Gowa Husniah Telenrang Jadi Tersangka Kortas Tipidkor Polri
"Nanti kami (BGN) akan sering-sering mengundang Bapak Ibu mitra semua untuk kemudian kita bisa Zoom seperti siang hari ini, paling tidak seminggu sekali untuk update beberapa persoalan-persoalan atau beberapa hal yang menjadi kebijakan kami," jelasnya.
Dia menegaskan keberlangsungan program MBG hingga saat ini tidak terlepas dari peran para mitra. Karena itu, Sudaryono meminta kerja sama yang telah terjalin selama ini tetap dilanjutkan.
"Karena sekali lagi Bapak Ibu semua, BGN ini bisa jalan sampai sejauh ini karena ada mitra," katanya.
Sudaryono juga meminta para mitra bersabar menghadapi proses pembenahan yang sedang dilakukan. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap tata kelola maupun sistem yang selama ini berjalan.
"Jadi saya minta Bapak Ibu semua kesabarannya, ketabahannya, dan juga kerja samanya yang selama ini baik, itu kemudian diteruskan Bapak Ibu semua," tutur Mas Dar.
Baca Juga: Siap Masuk Dunia Industri Kreatif, 48 Mahasiswa IKJ Pamerkan Tugas Akhir Mamah Aku Sarjana
Meski masih banyak persoalan dalam pelaksanaan MBG, Mas Dar meminta seluruh pihak bersama-sama melakukan perbaikan, termasuk menghadirkan sistem yang belum tersedia dan memperbaiki sistem yang dinilai keliru.
"Kami dengan mohon dengan segala kerendahan hati saya, itu untuk kemudian kita bersama-sama kita benahi tata kelola ini, kita benahi sistemnya, kita benahi segala sesuatu yang harusnya ada kita adakan, yang sekarang ada dan keliru kita perbaiki, dan yang sudah ada dan baik itu kemudian kita teruskan Bapak Ibu semua," tegasnya.