← Beranda
Terus Bertambah, Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Kini 276 Orang
Dimas Choirul• Kamis, 24 September 2026 | 16.30 WIB
Terus Bertambah, Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Kini 276 Orang/(Metro Pekalongan).

JawaPos.com - Terus bertambah, korban dugaan keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang kini menjadi 276 orang.

Dilansir Metro Pekalongan (Jawa Pos Group), Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa pendataan masih terus berlangsung, sehingga angka tersebut masih berpotensi berubah.

Pihaknya terus memantau intensif kondisi kesehatan warga di wilayah layanan SPPG Bawang yang menaungi sekitar 2.700 penerima manfaat.

"Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir," kata Suyono, dikutip Kamis (24/9).

Pemerintah daerah mencatat sedikitnya ada 11 satuan pendidikan di Kecamatan Bawang yang menjadi sasaran layanan SPPG tersebut.

Baca Juga: Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG

Sebelas lembaga itu meliputi TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan. Meski demikian, Pemkab Batang masih memverifikasi sebaran pasti dari ke-276 korban.

Fakta di lapangan mengungkap bahwa korban bukan hanya siswa penerima manfaat, melainkan juga orang tua murid.

Banyak orang tua yang mengalami keluhan usai menyantap porsi MBG yang dibawa pulang ke rumah oleh anak mereka.

"Orang tua memakan dari sisa anak," ujar Suyono.

Sebagian besar korban yang mengalami gejala mual dan pusing langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Hingga kini, sekitar 19 orang telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Kalisari Batang. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, Pemkab Batang telah menyiapkan skema rujukan ke puskesmas terdekat yang memadai.

"Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap," katanya

Terkait penyebab dugaan keracunan, pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sampel makanan yang dikonsumsi warga—berupa nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan, dan anggur—telah diamankan untuk diperiksa.

Sembari menunggu hasil lab dan proses evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan, distribusi MBG dari SPPG Bawang resmi dihentikan sementara.

Pemkab juga akan memanggil pihak penanggung jawab operasional SPPG untuk dimintai keterangan.

"Ini program negara yang harusnya bagus, tapi tidak dijaga dengan baik," ujarnya.

Meski jumlah korban telah menembus 276 orang, Pemkab Batang belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Saat ini, fokus utama pemerintah adalah penanganan medis korban, pendataan berkelanjutan, serta pengujian sampel untuk memastikan sumber pasti dugaan keracunan MBG tersebut.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin