← Beranda
Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI di Semarang
AntaraMinggu, 20 September 2026 | 16.45 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menutup kegiatan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9) malam. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kafilah dari Provinsi Kalimantan Timur menjadi juara umum ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Kalimantan Timur mencatatkan gelar juara umum secara beruntun setelah sebelumnya juga menjadi juara umum pada MTQ Nasional XXX 2024 di Kalimantan Timur.

Pada MTQ Nasional tahun ini, Kalimantan Timur mengumpulkan 288 poin, unggul berdasar perolehan nilai dari seluruh cabang yang diperlombakan.

Baca Juga: Anak Guru Honorer hingga Nelayan Bisa Sarjana, Prabowo Setujui Usulan Ketum PAN soal Kuliah Gratis

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin.

”Kami juga ucapkan selamat Kalimantan Timur. Ini perlu mendapatkan perhatian bagi provinsi lain,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar seperti dilansir dari Antara pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9) malam.

Apabila kafilah Kalimantan Timur bisa menjuarai MTQ Nasional XXXII di Jakarta sehingga tiga kali menjadi juara MTQ Nasional dengan begitu piala MTQ Nasional akan tetap berada di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Prabowo: Pemimpin Indonesia Harus Pintar, Jangan Mudah Dibohongi

”Satu tahun lagi, apabila mampu dipertahankan maka piala bergilir ini berada permanen di Kaltim,” terang Menag.

Menteri Agama mengatakan, kemenangan yang diraih merupakan buah dari ketekunan, kedisiplinan, doa, dan proses pembinaan panjang.

”Namun, gelar juara bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar,” tandas Menag.

Kepada para peserta yang belum bisa menjadi juara pada MTQ Nasional XXXI, Menteri Agama meminta mereka tidak berkecil hati.

”Di hadapan Al-Qur’an tidak ada ikhtiar yang sia-sia. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang dipelajari adalah amal yang bernilai,” tutur Menag.

Menag mengingatkan kompetisi MTQ tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan. Kemenangan, tidak seharusnya melahirkan kesombongan, sementara kekalahan tidak boleh memutus persaudaraan.

Baca Juga: Abdon Kisamdu, Pentolan OPM Kodap 35 Bintang Timur Ditangkap Kogabwilhan III

”MTQ mempertemukan kita di dalam kompetisi, tetapi Al-Qur’an mempersatukan kita di dalam persaudaraan,” ujar Menag.

Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Syibli Syarjaya mengatakan, Dewan Hakim MTQ Nasional memilih 10 besar kafilah peserta MTQ Nasional 2026 di Semarang.

Kafilah Kalimantan Timur menempati posisi teratas, kafilah Jawa Tengah di peringkat kedua, dan kafilah dari Sumatera Utara dan Jawa Barat sama-sama menduduki posisi ketiga.

Baca Juga: Momen Prabowo Pekikkan Free Palestine 3 Kali hingga Dikalungi Keffiyeh

Setelah itu, berturut-turut ada kafilah dari Sumatera Selatan, Banten, Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang dihadiri sejumlah gubernur dan wakil gubernur, termasuk Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bersama istri.

DKI Jakarta tuan rumah MTQ Nasional XXXII 2027

Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, amanah sebagai tuan rumah MTQ Nasional berikutnya diberikan kepada DKI Jakarta.

Baca Juga: Dapat Dukungan Penuh, Munaslub AAI Surabaya Tetapkan Prof. Tjandra Sridjaja sebagai Ketua Umum 

Dia berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXII dapat berlangsung lebih baik dan menegaskan kesiapan LPTQ Jawa Tengah untuk memberikan dukungan.

”Amanah sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-32 tahun 2027 diberikan kepada Provinsi DKI Jakarta. Semoga ke depan akan lebih baik lagi. Kami LPTQ Provinsi Jawa Tengah siap mendukung,” ujar Taj Yasin.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah