JawaPos.com - Operasi SAR korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Jumat (18/9) membuahkan hasil. Penyelam TNI AL berhasil mengevakuasi 3 jenazah korban dari dalam kapal yang terbalik dan tenggelam tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa dalam operasi tersebut, 3 KRI dikerahkan. Yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Canopus-936, dan KRI Pulau Fani-731.
Turut terlibat dalam operasi SAR tersebut penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Komando Penyelam Bawah Air (Koppeba). Mereka bergerak di bawah komando Komandan Guskamla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Edy Setyawan.
”TNI AL menurunkan RHIB dan sekoci yang membawa Tim Kopaska dan Tim Koppeba untuk melaksanakan penyelaman dan dokumentasi bawah air di sekitar lokasi (kecelakaan) KM Virgo Transport 8,” ungkap Tunggul dalam keterangan resmi pada Sabtu (19/9).
Penyelaman itu berlangsung 4 jam. Mulai pukul 10.00 WITA sampai pukul 14.00 WITA. Dalam penyelaman tersebut Tim Kopaska dan Koppeba berhasil memasuki bagian dalam kapal dengan memecahkan kaca jendela untuk membuka akses menuju ruangan kapal.
”Dari hasil penyelaman tersebut, tim berhasil mengevakuasi 3 jenazah korban yang terdiri dari 2 laki-laki dan 1 perempuan,” jelasnya.
Ketiga jenazah tersebut kemudian dievakuasi dari KM Virgo Transport 8 dan dibawa ke KRI I Gusti Ngurah Rau-332 untuk selanjutnya menjalani proses evakuasi ke daratan.
”KRI GNR-332 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas bergerak menuju Perairan Banjarmasin untuk melaksanakan proses evakuasi jenazah ke darat,” imbuhnya.
Tidak hanya mengevakuasi korban, Tim Koppeba juga melakukan dokumentasi bawah air menggunakan kamera bawah air selama proses penyelaman. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan operasi.
”Untuk memberikan gambaran kondisi kapal dan situasi di bawah permukaan air,” ucap Tunggul.
TNI AL memastikan akan terus melaksanakan upaya pencarian dan evakuasi sesuai kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.