JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjamin bahwa gajah-gajah di area Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, terlindungi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebagai langkah pencegahan, kekuatan personel di darat terus ditingkatkan agar api tidak merambat dan mendekati kawasan konservasi.
Hal itu disampaikan Raja Juli saat meninjau langsung kondisi gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan pada Kamis (17/9).
Saat ini, terdapat 29 ekor gajah jinak di pusat konservasi tersebut yang terdiri dari 13 jantan dan 16 betina.
Baca Juga: BPBD Jatim Pastikan Karhutla Gunung Lawu Padam, 2 Hektare Lahan Hangus
Menurut dia, kondisi kawasan SM Padang Sugihan hingga saat ini masih relatif aman dari karhutla.
Petugas juga telah membangun sekat bakar di sejumlah titik sebagai langkah antisipasi agar kobaran api tidak masuk ke kawasan konservasi.
“Yang paling memungkinkan pada saat ini adalah memang tetap berada di sini sambil mempertebal pasukan darat untuk mencegah terjadi kebakaran yang mendekat ke SM Padang Sugihan ini,” kata Raja Juli.
Dia menjelaskan, penanganan karhutla di sekitar kawasan konservasi dilakukan melalui berbagai strategi, baik dari udara maupun darat.
Pesawat water bombing terus dioperasikan untuk membantu memadamkan titik api, sedangkan pasukan darat melibatkan personel gabungan TNI, Polri, serta Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Karhutla Tidak akan Tembus Zona Inti IKN
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan terus dimaksimalkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla.
“Gajahnya relatif masih baik, ya. Karhutla itu kita pastikan untuk terjaga dengan baik. Seperti saya katakan tadi, water bombing kita kerahkan. Kemudian darat ya, satgas darat, insyaallah maksimum TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, terus berjuang untuk memadamkan dan juga OMC,” ucapnya.
Ia menegaskan, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api.
Perlindungan terhadap satwa liar yang berada di kawasan konservasi juga menjadi bagian penting dari upaya penanganan karhutla.
Menurut dia, kawasan konservasi seperti SM Padang Sugihan memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang harus dijaga secara bersama-sama dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: IKN Kena Asap Karhutla Lagi, Manggala Agni Dikerahkan untuk Pemadaman
“Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” jelasnya.
SM Padang Sugihan merupakan salah satu kawasan yang menjadi habitat penting bagi populasi gajah di Sumatera.
Raja Juli menyebut terdapat sekitar 29 ekor gajah jinak di pusat konservasi, sementara populasi gajah liar di lanskap tersebut diperkirakan mencapai sekitar 130 ekor.
Dengan jumlah populasi tersebut, pencegahan agar karhutla tidak memasuki kawasan konservasi menjadi langkah penting.
Selain menyelamatkan satwa, upaya tersebut juga diperlukan untuk menjaga habitat gajah agar tetap aman dari dampak kebakaran.
Baca Juga: Helikopter Chinook Jepang Sudah Beroperasi Padamkan Karhutla Meski Sempat Terkendala