← Beranda
Sudaryono Ungkap Kondisi Dua Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Mulai Membaik
Dimas ChoirulJumat, 18 September 2026 | 13.27 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Kondisi dua siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan dan evaluasi tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan, dua siswi tersebut yakni Febiona Purba dan Agnesia Paruliana kini dalam kondisi yang semakin membaik.

“Kabar baik dari perkembangan kondisi Febiona Purba dan Agnesia Paruliana. Setelah menjalani perawatan dan evaluasi tim dokter, kondisi keduanya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” kata Sudaryono melalui akun instagramnya @sudaru_sudaryono, dikutip Jumat (18/9).

Baca Juga: Antusiasme Donor Darah di Surabaya Tinggi, Capai 12 Ribu Orang Setiap Bulan

Untuk Febiona, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan gangguan fungsi otak. Kondisi emosinya juga dinilai cukup stabil, meski masih mengalami kegelisahan sesekali dan tetap mendapatkan pendampingan.

Sementara untuk Agensia, fungsi ginjalnya dikabarkan kembali normal. Bahkan, sudah mampu berdiri dan berjalan. "Proses pemulihan tetap membutuhkan waktu, perhatian, dan pendampingan yang berkelanjutan. Bismillah, sembuh," tukas Sudaryono.

Dokter Spesialis Ungkap Proses Pemulihan

Baca Juga: Kawasan Transmigrasi Papua Disiapkan Jadi Sentra Industri Cokelat, Tarik Investor

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Neurologi Anak (Saraf Anak), Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti mengatakan, pemeriksaan terhadap Febiona dilakukan melalui wawancara dengan pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik serta neurologi, hingga pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).

“Nah, pada saat ini dari hasil eh wawancara, pemeriksaan, dan juga pemeriksaan elektroensefalografi, insya Allah saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda pertama ya,” ujar Setyo.

Dia berharap Febiona dapat kembali menjalani aktivitas seperti semula setelah proses pemulihan selesai.

“Jadi insya Allah ke depannya ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali ya, bisa ber bisa ceria kembali,” lanjutnya.

Dari sisi kondisi psikologis, Spesialis Kedokteran Jiwa, Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja, dr. Tjhin Wiguna, menyebut kondisi Febiona cukup baik dan stabil.

“Kalau kami lihat dari segi status mentalnya, kondisi saat ini eh ananda pertama ini cukup baik, cukup stabil. Suasana emosinya cukup stabil, memang kadang-kadang sesekali masih ada kegelisahan, tapi kami masih terus mendampingi yang bersangkutan,” kata Tjhin.

Dia menambahkan, pendampingan tetap dilakukan untuk membantu proses pemulihan dan memastikan kondisi Febiona semakin stabil.

Sementara itu, kondisi Agnesia Paruliana juga menunjukkan perkembangan positif. Dokter Spesialis Anak, Subspesialis Nefrologi Anak (Ginjal Anak), dr. Henny Adriani Puspitasari, mengatakan fungsi ginjal Agnesia telah kembali normal.

“Saya menangani ananda kedua. Memang kondisi ginjalnya sudah dalam fase pemulihan. Ya kita sudah melakukan evaluasi berkala juga dan fungsi ginjalnya sudah normal,” ujar Henny.

Baca Juga: Menurut Psikologi, 8 Tipe Teman yang Tak Layak Dipertahankan, Apa Saja?

Menurut Henny, Agnesia kini sudah mampu melakukan aktivitas secara mandiri.

“Saat ini ananda juga sudah bisa mandiri ya, sudah bisa berdiri, jalan, mengerjakan aktivitas mandiri, dan kami sedang mempersiapkan ananda untuk mendapatkan pemantauan lanjutan, berkoordinasi dengan tim di area setempat,” lanjutnya.

Dari aspek psikiatri, dokter spesialis psikiatri dr. Kusuma Minayati juga menyebut kondisi Agnesia cukup stabil setelah menjalani pemeriksaan klinis.

“Kondisinya pada keadaan cukup stabil, setelah dilakukan pemeriksaan secara klinis untuk kondisi psikiatrinya eh juga eh cukup baik gitu ya,” kata Kusuma.

Dia mengatakan, dukungan yang sesuai dengan tahap perkembangan remaja juga telah diberikan untuk menunjang proses pemulihan Agnesia.

“Jadi eh secara dari tahap sesuai dengan tahap perkembangan remaja seusianya, eh dan saat ini eh juga eh telah diberikan eh dukungan yang sesuai eh dan yang eh kita bisa eh bantu untuk eh pemulihan supaya ke depannya lebih optimal,” imbuhnya.

Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan, saat ini tim dokter mulai mempersiapkan rencana perawatan lanjutan di luar rumah sakit. Meski kondisi keduanya membaik, proses pemulihan masih membutuhkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Dan insya Allah segera kami rencanakan rawat jalan ya,” pungkas Renan.

EDITOR: Bintang Pradewo