← Beranda
Gempa M 5,5 Terasa di Pandeglang Banten, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami
Ryandi ZahdomoSelasa, 15 September 2026 | 01.34 WIB
Ilustrasi gempa (JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Wilayah selatan Bayah, Banten, diguncang gempa bumi tektonik ber magnitudo M5,5 pada Senin (14/9) pukul 16.27 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan yang berpusat di laut ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran BMKG, pusat gempa bumi (episenter) terletak pada koordinat 8,56° LS dan 105,70° BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 191 km arah barat daya Bayah, Banten, dengan kedalaman hiposenter 31 km.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan gempa dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Peristiwa ini tergolong jenis gempa bumi dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng," ujar Wijayanto, Senin (14/9).

Ia menambahkan, analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa struktur gempa tersebut memiliki pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).

Dampak Guncangan dan Kondisi Gempa Susulan

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), getaran gempa bumi dirasakan hingga wilayah Pandeglang dengan skala intensitas II MMI.

Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga pukul 16.50 WIB, hasil pemantauan BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihak BMKG pun berjanji akan terus memonitor pergerakan sesar dan memperbarui data secara berkala.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Menyikapi kejadian tersebut, BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap menyaring seluruh informasi yang beredar.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau Wijayanto.

Selain itu, warga diminta untuk memeriksa kondisi fisik bangunan rumah masing-masing. BMKG menekankan pentingnya menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan demi keselamatan jiwa.

Baca Juga: Malang Raya Digoyang Gempa Magnitudo 5,2, Warga Sebut Terasa 3 Detik

Masyarakat juga disarankan untuk memantau perkembangan informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti akun media sosial @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi ponsel InfoBMKG.

 

EDITOR: Kuswandi