JawaPos.com - Meski belum membuahkan hasil, operasi SAR 5 jurnalis dan 3 kru speedboat di Perairan Sunda Kelapa pada hari kelima tetap sangat berarti. Berdasar laporan pada Sabtu malam (12/9), petugas di lapangan berhasil menemukan 1 jerigen.
Temuan itu diperoleh setelah Kantor SAR Banten membagi pencarian dalam 6 sektor. Secara keseluruhan, 15 unsur laut yang terlibat dalam operasi tersebut menyisiri 2.537 nautical mile persegi sepanjang hari ini.
Itu belum termasuk 2.061 nautical mile persegi yang juga disisir oleh unsur udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyampaikan bahwa temuan tersebut berasal dari petugas yang melakukan operasi SAR di Sektor X dengan luasan 380 nautical mile persegi.
Operasi SAR pada sektor tersebut dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka 247 dan RBB Peucang.
”Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan sebuah jerigen minyak berwarna biru di koordinat 06°02.7161'S – 105°31.5414'E. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka,” terang Al Amrad.
Namun demikian, sampai operasi SAR hari kelima selesai dilaksanakan, Tim SAR Gabungan belum bisa memastikan asal-usul jerigen tersebut.
Belum dapat dipastikan apakah objek itu berasal dari kapal yang ditumpangi oleh 5 jurnalis dan 3 orang kru speedboat atau bukan.
”Satu objek ditemukan dan ditindaklanjuti, namun belum ada konfirmasi keterkaitannya dengan korban,” imbuhnya.
Selain unsur laut, unsur udara kini sudah diperkuat menggunakan Helikopter HR-3604. Helikopter tersebut berangkat dari Lapangan Carita menuju area pencarian pada pukul 10.36 WIB.
Namun, helikopter kembali ke Lapangan Carita pada pukul 11.17 WIB dan selanjutnya take off menuju ATS pada pukul 13.23 WIB.
”Memasuki hari kelima, pencarian tetap kami lakukan secara maksimal dengan memperluas penyisiran melalui jalur laut dan dukungan udara. Setiap temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti dan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” ucap Al Amrad.
Selama operasi SAR hari ini, kondisi cuaca terpantau cerah berawan hingga berawan.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5–2,5 meter. Sebanyak 8 orang yang hilang kontak masih berstatus dalam pencarian.
”Belum ada korban yang ditemukan dan belum ada laporan korban selamat maupun meninggal dunia. Operasi SAR terus dilanjutkan sesuai hasil evaluasi dan rencana operasi berikutnya,” ujarnya.