← Beranda
Sebagian KPM Mulai Ketergantungan Bansos, Ada yang 18 Tahun Dibantu
Djati WaluyoSabtu, 12 September 2026 | 02.12 WIB
Ilustrasi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos). (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan gejala demotivasi dan ketergantungan pada masyarakat yang mendapat bantuan sosial (bansos) dalam jangka panjang.

“Ada 4,5 juta penerima bansos itu dapat bansos lebih dari lima tahun. 36.460 di antaranya menerima bansos lebih dari 18 tahun,” ujar Tenaga Ahli Kementerian Sosial, Andi Kurniawan saat ditemui di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta, Jumat (11/9).

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan pemutakhiran data penerima bansos melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Andi mengatakan, pemberian bansos secara terus-menerus tanpa mendorong penerima untuk keluar dari ketergantungan bantuan dapat memunculkan gejala demotivasi.

Baca Juga: 4,3 Juta KPM Baru Terima Bansos usai Pemutakhiran Data DTSEN

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti kelinci yang terus diberi makan di dalam lubang.

“Apa yang terjadi? Kelinci itu akan ngundang-ngundang karena terus mendapatkan makanan. Kita tidak pernah mengeluarkan kelinci dari lubangnya atau melempar wortel keluar lubang sehingga kelinci bisa berusaha mencari makan,” ujarnya.

Menurut Andi, pola pemberian bantuan seperti itu bisamembuat penerima bansos kehilangan dorongan untuk berusaha meningkatkan kondisi ekonominya.

“Bahkan tidak heran kalau muncul narasi di media maupun publik bahwa yang mendapatkan bansos hanya mereka yang kenal misalnya kadesnya, lurahnya, atau sebagainya,” ucapnya.

Karena itu, pemerintah melakukan penataan kembali penerima bansos dengan menggunakan DTSEN. Dalam proses tersebut, sebanyak 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru mendapatkan bansos.

Baca Juga: Wajibkan Rekening BRI dan BSI untuk Bansos? Guru Besar UI: Berpotensi Melanggar Hukum

“4,3 KPM masuk berarti 4,3 KPM keluar, karena kan kuotanya tetap sama,” ujarnya.

Ia mengatakan kuota penerima bansos tetap dipertahankan, tetapi penerimanya disesuaikan berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Pemerintah mengalihkan bantuan dari masyarakat yang berada di desil 5 hingga 10 kepada kelompok yang berada di desil 1 hingga 4.

“Bansosnya tetap, kuotanya tetap. PKH 10 juta, BPRT 18 juta, BPI 96 juta. Cuma mereka yang dulu menerima desil 10, desil 6, 7, kita pindah ke mereka yang tidak ada di desil 1, 2, 3,” jelasnya.

Menurut Andi, proses tersebut membuat penerima bansos pada 2026 semakin terkonsentrasi pada masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Baca Juga: 50 Juta Masyarakat Diproyeksikan Akses Portal Bansos, Komdigi Siapkan Uji Sistem

“Lihat sekarang, sekarang untuk 2026 ini sudah tidak ada lagi mereka yang berada di desil 5 sampai desil 10 yang menerima PKH dari masyarakat. Semuanya mereka sudah ada di desil 1 sampai 4. BPI juga demikian, bertahap,” pungkasnya.

 

EDITOR: Bayu Putra