← Beranda
Mentan Copot Pejabat di Sulteng karena Hambat Akses Pupuk Subsidi
Dimas ChoirulJumat, 11 September 2026 | 01.36 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banggai, Kamis (10/9) (Istimewa).

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pencopotan tersebut dilakukan lantaran sang manajer tidak memberikan pelayanan yang semestinya kepada petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

Pencopotan tersebut dilakukan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banggai, Kamis (10/9). Pada kunjungan itu, Mentan Amran mendapati langsung adanya petani yang kesulitan memperoleh pupuk karena belum tergabung dalam kelompok tani.

Amran kemudian mempertanyakan peran manajer pupuk yang seharusnya aktif membantu menyelesaikan persoalan petani, termasuk persoalan administrasi dan pembentukan kelompok tani.

“Bapak ini tidak punya kelompok. Tapi manajer pupuk tidak bisa membantu untuk membuatkan kelompok. Bisa tidak Anda (manajer) bantu dia buatkan kelompok?” kata Amran.

Amran menegaskan petani tidak boleh dibiarkan menyelesaikan sendiri persoalan administrasi untuk mendapatkan pupuk. Jajaran yang bertugas di lapangan harus aktif mendatangi dan membantu petani hingga kebutuhannya terpenuhi.

“Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya. Datangi petani. Saya saja menteri datang ke petani. Ini rakyat butuh. Jangan dibuat menunggu, datangi,” tegas Mentan Amran.

Menurut Amran persoalan administratif tidak boleh menjadi penghalang bagi petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Petugas harus melakukan pendataan dan membantu petani yang belum masuk dalam kelompok tani agar dapat terlayani sesuai ketentuan. “Jangan tunggu dia. Jemput semua yang bermasalah. Harus (menjadi) terdaftar, pupuk tersedia (di petani). Itu perintah Presiden,” tutur Amran.

Amran meminta persoalan tersebut segera diselesaikan dan tidak kembali ditemukan petani yang harus mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk. “Selesaikan. Jangan ada petani yang berteriak seperti itu. Kalau saya dengar dalam satu bulan, tolong Pak Bupati juga bantu awasi, kasih laporan,” katanya.

Amran menegaskan jabatan merupakan amanah untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap jajaran pemerintah dan pelaksana kebijakan harus mengutamakan pelayanan kepada petani. “Kita ini pemerintah. Melayani mereka. Kita ini pembantu, kita ini pelayan,” kata Mentan Amran.

 

Mentan juga mengingatkan jajaran di sektor pertanian agar tidak hanya melihat persoalan dari sisi administrasi, tetapi memahami kondisi petani yang membutuhkan pelayanan pemerintah. “Kasihan tidak? Bayangkan hidupnya. Kamu tidur di AC. Saya mungkin lama miskin, bisa membayangkan,” ujar Amran.

Amran menegaskan keberhasilan kebijakan pupuk tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan stok. Ukuran utamanya adalah apakah pupuk tersebut benar-benar dapat diakses petani yang membutuhkan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pupuk untuk aktif turun ke lapangan, mendata petani yang mengalami kendala, serta menyelesaikan persoalan tanpa menunggu keluhan.

 

EDITOR: Diar Candra