← Beranda
Profil Airlangga Pribadi Kusman, Pembedah Dinamika Demokrasi Indonesia
Dadang KurniaKamis, 10 September 2026 | 00.12 WIB
Airlangga Pribadi Kusman (Istimewa)

JawaPos.com - Dosen Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) sekaligus pengamat politik Airlangga Pribadi Kusman berpulang pada Rabu (9/9) pukul 13.35 WIB. Airlangga mengembuskan napas terakhir pada usia 49 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar duka terkait kepergian pakar politik yang dikenal produktif ini meninggalkan duka mendalam bagi lanskap akademik dan perpolitikan nasional.

Airlangga Pribadi Kusman lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 23 November 1976. Ia menempuh pendidikan sarjana (S1) Ilmu Politik di Universitas Airlangga. Lalu meraih gelar magister (S2) Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, dan menyelesaikan program doktor (S3) di bidang politik di Murdoch University, Perth Australia.

Karier akademiknya di Universitas Airlangga dimulai sejak 2004. Selain mengajar di FISIP Unair, Airlangga juga dipercaya memimpin Centre for Governance and Citizenship Studies (CGCS) serta mengemban amanat sebagai Kepala Pascasarjana Departemen Politik FISIP Unair.

Di luar ruang kuliah, Airlangga dikenal luas sebagai pengamat dan analis politik nasional. Bidang keahlian dan minat risetnya mencakup ekonomi-politik kritis, politik lokal, demokratisasi, gerakan sosial, hingga relasi antara intelektual dan kekuasaan.

Ia juga aktif menyumbangkan pemikirannya di tingkat pemerintahan dan lembaga negara. Airlangga pernah bertugas sebagai Staf Ahli Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta menjadi anggota Tim Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu periode 2022–2027.

Sepanjang perjalanan intelektualnya, Airlangga menulis sejumlah karya penting yang membedah dinamika demokrasi dan pemikiran kebangsaan Indonesia.

 

Misalnya The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia's Post-Authoritarian Era (2019). Buku yang diterbitkan oleh Palgrave Macmillan ini mengulas transformasi struktur kekuasaan pasca Orde Baru serta posisi para intelektual dalam pertarungan politik.

 

Lalu Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia (2022). Buku ini mengkaji pemikiran Soekarno terkait Marhaenisme, sosio-nasionalisme, dan sosio-demokrasi dalam konteks keadilan sosial.

Yang terbaru Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z (2026). Karya terbaru itu ditulis bersama Rocky Gerung. Buku ini mengetengahkan Marhaenisme sebagai pisau analisis kritis untuk membaca tantangan ekonomi digital, kapitalisme platform, dan ketimpangan sosial yang dihadapi generasi muda.

 

EDITOR: Diar Candra