← Beranda
Prabowo Janji Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana: Kita Siap Sebelum Kejadian
Muhammad RidwanSenin, 7 September 2026 | 22.58 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9).

 

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di Indonesia.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan dengan meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan.

Mengingat, saat ini Indonesia menghadapi beragam ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (kalhutla) yang terjadi di berbagai wilayah.

Prabowo menilai, pemerintah harus memiliki kesiapan menghadapi bencana kapan pun terjadi. Menurutnya, pengalaman menghadapi sejumlah bencana menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat kebijakan mitigasi dan respons pemerintah ke depan.

"Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9).

Prabowo optimistis kapasitas pemerintah dalam menangani bencana akan semakin baik. Ia menilai, kecepatan respons pemerintah saat ini sudah menunjukkan perkembangan lebih baik dibandingkan penanganan bencana pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia mencontohkan penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut Prabowo, respons berbagai unsur pemerintah dalam menghadapi bencana di kawasan tersebut telah dilakukan secara masif dan cepat.

"Keadaan bencana di Sumatra, di Aceh, Sumatra Utara, dan di Sumatra Barat ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras," tuturnya.

Prabowo juga mengapresiasi upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah bersama berbagai unsur di wilayah terdampak bencana. Ia menilai, penanganan tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengatasi situasi darurat dengan kekuatan sendiri.

Selain bencana alam, Prabowo menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi tantangan. Ia mengakui, terdapat sejumlah keterlambatan dalam respons di lapangan, namun hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih antisipatif.

"Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan kita gunakan prinsip: lebih baik lebih daripada kurang," jelasnya.

Prabowo kemudian meminta jajaran pemerintah menyiapkan kebutuhan penanggulangan bencana dengan kapasitas yang lebih besar. Ia menyebut tambahan helikopter, pompa air, dan armada pemadam kebakaran sebagai bagian dari kesiapan yang perlu diperkuat.

"Artinya, ini juga nanti Menteri Mensesneg siapkan juga, beri tahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik," tegasnya.

Menurut Prabowo, pemerintah juga perlu memperbanyak peralatan penanggulangan bencana hingga ke tingkat desa, terutama wilayah yang secara historis kerap terdampak kebakaran hutan. Ia ingin seluruh kebutuhan tersebut disusun dalam sebuah rencana besar yang terintegrasi.

"Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator di tingkat, ekskavator-ekskavator kecil di tempat, di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan, itu lebih baik. Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif," beber Prabowo.

Sementara, dalam memperkuat kemampuan pemadaman dari udara, Prabowo menyebut pemerintah juga akan memanfaatkan kapal induk dari Italia yang akan masuk ke jajaran Angkatan Laut Indonesia. Kapal tersebut rencananya akan dimodifikasi menjadi kapal induk helikopter dan drone untuk mendukung operasi penanganan kebakaran.

"Alhamdulillah, sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone. Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helicopter, 10. Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI-17, yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita," urainya.

Tak hanya mengandalkan helikopter, Prabowo juga mendorong peningkatan kemampuan modifikasi cuaca serta penggunaan teknologi drone. Sementara, BRIN diminta mengkaji bahan yang paling efektif untuk mendukung teknologi tersebut.

Lebih lanjut, Prabowo turut mendorong pengadaan drone berkapasitas besar yang dapat digunakan untuk menjatuhkan air di titik-titik kebakaran. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari sistem respons cepat, terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Baca Juga: Indonesia Diterpa Sejumlah Bencana, Prabowo: Takdir Kita Berada di The Ring of Fire

"Kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, mendrop 50 kilo, 50 kilo air. Kalau 50 kilo air, 10 drone itu sama dengan satu helikopter kemampuannya. Iya kan? 50... oh tidak, tidak ya. 50 × 10 baru 500, setengah ton ya. Jadi, kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan," tegas dia. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan