← Beranda
Ketua DPR Puan Maharani Minta Penanganan Erupsi Gunung Anak Krakatau Dilakukan Terpadu
AntaraSenin, 7 September 2026 | 21.19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau harus dilakukan secara terpadu dan menitikberatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

Menurut dia, dampak erupsi gunung yang berada di Selat Sunda itu telah mempengaruhi kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

“Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait juga harus memastikan setiap kebutuhan masyarakat terdampak dapat terfasilitasi,” kata Puan di Jakarta, Senin.

Dia meminta Pemerintah melakukan penanggulangan bencana secara komprehensif serta memastikan ketersediaan masker dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi dampak yang disebabkan terhadap rakyat dapat diminimalisir dengan kehadiran Negara yang lebih cepat,” katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sebagai satu kesatuan agar warga memperoleh perlindungan yang sama meskipun berada di provinsi berbeda. Untuk itu, dia meminta pemerintah memberikan jaminan yang jelas kepada masyarakat dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Tidak boleh ada daerah yang siap dengan stok dan layanan memadai, sementara daerah lain membiarkan masyarakat kekurangan kebutuhan dasar dalam menghadapi bencana erupsi gunung,” katanya.

Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa perhatian juga harus diberikan kepada pekerja harian, pedagang kecil, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga yang pendapatannya terhenti akibat pembatasan aktivitas.

“Kebijakan keselamatan harus disertai perlindungan agar keluarga tidak dipaksa memilih antara menghindari paparan atau tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam, namun aktivitas vulkanik masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan resminya diterima di Jakarta, Senin menjelaskan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Baca Juga: Tangani Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Upayakan Operasi Modifikasi Cuaca

Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas erupsi kembali menunjukkan pola letusan ringan yang menjadi karakteristik Gunung Anak Krakatau yang berada di Provinsi Lampung tersebut. (*)

 

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan