JawaPos.com - Enam bandara di Indonesia masih diberlakukan penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan dilakukan hingga Senin (7/9) pukul 08.59 WIB.
Langkah ini diambil menyusul rilis pemantauan BMKG yang menunjukkan abu vulkanik telah meluas ke Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Status Gunung Anak Krakatau bertahan pada Level III (Siaga).
Daftar Bandara yang Menghentikan Operasional
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) resmi dari AirNav Indonesia, penutupan meliputi beberapa bandara utama di Jawa dan Sumatra sejak Minggu (6/9). Berikut daftar bandaranya:
- Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
- Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP)
- Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG)
- Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO)
- Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO)
- Bandar Udara Pondok Cabe (PCB)
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menegaskan, penangguhan operasional ini merupakan prosedur standar. Ini untuk memprioritaskan keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.
"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujarnya, Senin (7/9).
AirNav Indonesia memastikan pemantauan ruang udara dilakukan secara berkala bersama para pemangku kepentingan penerbangan.
"AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," ucapnya.