← Beranda
Menhub Tutup 8 Bandara, Begini Nasib 170 Ribu Penumpang Jalur Udara
Ryandi ZahdomoSenin, 7 September 2026 | 05.06 WIB
Petugas membagikan makanan ringan dan minuma kepada calon penumpang pesawat yang terdampak pembatalan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026).

JawaPos.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi siap memberikan kompensasi atas penutupan delapan bandar udara di Indonesia. Menhub Dudy menginstruksikan pemberian fasilitas transportasi darat dengan cuma-cuma kepada 170 ribu penumpang penerbangan yang tertahan akibat perpanjangan penutupan delapan bandara hingga Minggu (6/9) pukul 24.00 WIB.

Sampai pukul 22.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau belum berhenti. Bahkan arah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergeser ke wilayah timur.

"Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke Barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15 ribu feet. Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB," ujar Menhub Dudy di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu (6/9).

Berimbas pada 1.558 Penerbangan

Kondisi ini berdampak masif pada operasional penerbangan di wilayah barat Indonesia. Tercatat total 1.558 jadwal penerbangan terpaksa ditunda di delapan bandara yang dihentikan operasionalnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi titik dengan hambatan operasional terbesar. Laporan pemantauan per pukul 17.06 WIB mencatat 963 penerbangan di Soetta tertunda, yang merangkum 453 jadwal kedatangan dan 510 keberangkatan.

Tujuh fasilitas penerbangan lain yang turut ditutup sementara. Yaitu Bandara Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.

Solusi Evakuasi dan Kompensasi

Menyikapi penumpukan ratusan ribu calon penumpang, Menhub Dudy mengultimatum seluruh maskapai untuk segera memenuhi hak-hak konsumen. Maskapai dituntut proaktif memberikan informasi perubahan status terbang dan opsi penanganan kompensasi sesuai regulasi.

 

Sebagai skenario mitigasi utama, pemerintah telah menyiapkan pangkalan udara alternatif pengalihan. Yaitu mencakup Bandara Kertajati Cirebon, Bandara Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Ahmad Yani Semarang, hingga Bandara Adi Soemarmo Solo. Distribusi penumpang menuju lokasi alternatif tersebut akan diakomodasi sepenuhnya tanpa biaya.

"Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines. Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif," tegas Menhub Dudy.

EDITOR: Diar Candra