← Beranda
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau
Muhammad RidwanMinggu, 6 September 2026 | 18.57 WIB
Ilustrasi operasi modifikasi cuaca. (Dok. Jawa Pos/Haritsah Almudatsir)

JawaPos.com - Paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah.

BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk membantu membersihkan partikel abu  di tiga provinsi di udara maupun yang telah mengendap.

 dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut  penanganan untuk mengurangi dampak abu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, abu vulkanik saat ini telah menyebar hingga ke sekitar permukiman. 

Baca Juga: Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Jakarta, Cek Panduan Darurat Aktivitas Warga

Sejumlah kabupaten/kota di empat provinsi terdampak langsung sebaran abu vulkanik itu, yakni di provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat.

"Dirasakan saat ini sudah banyak abu vulkanik di sekitar pemukiman kita. Hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe. Hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9).

Menurut Suharyanto, OMC akan dilakukan dengan dua pendekatan, salah satunya memanfaatkan pertumbuhan awan untuk menghasilkan hujan. Ia berharap, hujan dapat membantu meluruhkan abu vulkanik yang mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras begitu, tentu saja abu vulkanik yang sekarang dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh," ujarnya.

Namun, pelaksanaan OMC tidak selalu dapat mengandalkan hujan karena kondisi cuaca dan pertumbuhan awan menjadi salah satu faktor penentu.

Baca Juga: AirNav Perpanjang Penutupan 3 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kondisi musim kemarau dapat membuat pertumbuhan awan hujan tidak optimal sehingga diperlukan metode lain untuk menangani paparan abu vulkanik.

"Untuk DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, ini kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya," tutur Suharyanto.

Metode water mist tersebut menjadi alternatif ketika kondisi atmosfer tidak mendukung pembentukan hujan.

BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berharap metode tersebut dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kualitas udara.

Suharyanto berharap rangkaian operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hingga malam hari dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi cuaca dan lingkungan di wilayah terdampak.

Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Tetap Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi," harapnya.

Lebih lanjut, BNPB juga mulai menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak paparan abu vulkanik.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar dan masker, dengan distribusi dilakukan melalui koordinasi bersama Kementerian Kesehatan serta kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal

EDITOR: Bayu Putra