← Beranda
Erupsi Gunung Anak Krakatau, 459 Penerbangan Terdampak Penutupan 3 Bandara Utama
Djati WaluyoMinggu, 6 September 2026 | 18.33 WIB
BELUM PASTI: Para penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, gagal terbang pada Minggu pagi (6/9) karena bandara ditutup sebagai akibat dari abu vulkanik Gunug Anak Krakatau. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, mencatat sebanyak 459 penerbangan terdampak dari diperpanjangnya penutupan 3 bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Corporate Secretary Group Head Injourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan sejumlah penerbangan terdampak akibat 3 bandara yang ditutup sementara (Aerodrome Closed) dikarenakan indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebagaimana diketahui, penutupan tersebut sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM), yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), dan Bandara Radin Inten II (WILL).

Arie menjelaskan, pada 6 September 2026, status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang ditetapkan pada pukul 01.30 hingga 13.30 WIB, lalu Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ditetapkan pada pukul 07.20 - 14.00 WIB, dan Bandara Radin Inten II Lampung ditetapkan pada pukul 07.00 - 14.00 WIB.

“Berdasarkan data pada pukul 09.15 WIB, total penerbangan terdampak dari penutupan 3 bandara ini sebanyak 459 penerbangan terdampak,”ujar Arie dalam keterangan yang diterima, Minggu (6/9).

Arie menjelaskan, 459 penerbangan tersebut terdiri dari 301 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Ia merinci angka tersebut merupakan akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya.

Sementara itu, untuk Bandara Radin Inten II Lampung sebanyak 12 penerbangan terdampak, seluruhnya pembatalan penerbangan. Sedangkan untuk Bandara Halim Perdanakusuma sebanyak 23 penerbangan terdampak, seluruhnya pembatalan penerbangan.

Arie mengatakan, selain tiga bandara tersebut, terdapat 277 penerbangan di sejumlah bandara lainya, dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya.

Ia mengatakan, penyampaian informasi secara berkala dan Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara.

“Pihak maskapai penerbangan juga membuka layanan di setiap terminal di Bandara Soekarno-Hatta terkait kondisi ini. Kami juga mengimbau agar calon penumpang pesawat memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan dan opsi yang tersedia,” ujarnya.

Arie melanjutkan, prosedur Service Recovery Action (SRA) telah diaktifkan InJourney Airports di bandara untuk penanganan terhadap penumpang terdampak.

Baca Juga: Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terpa 3 Provinsi, Salah Satunya Jakarta

Di Bandara Soekarno-Hatta, termasuk dalam SRA ini adalah penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang pesawat terdampak, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan, dan penyiapan beberapa area khusus di terminal bagi penumpang terdampak.

Seluruh personel dan fasilitas bandara InJourney Airports juga disiagakan sebagai lokasi alternate serta parkir pesawat untuk mendukung operasional maskapai.

 

EDITOR: Kuswandi