JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menemui Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang pada Kamis (3/9). Kedua pejabat membahas sejumlah isu strategis dan menandatangani kerja sama.
Dalam keterangan resmi yang disiarkan oleh Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) pada Jumat (4/9), disampaikan bahwa pertemuan Tonny dengan Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) merupakan wujud sinergi kuat antara Angkatan Udara dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jabar.
Tonny menyatakan bahwa Jabar adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki posisi strategis bagi TNI AU. Sebab, Jabar adalah provinsi dengan jumlah pangkalan udara (lanud) terbanyak di Indonesia. Yakni 7 lanud di berbagai daerah Jabar.
Baca Juga: 5 Zodiak Paling Sensitif dan Selalu Ingin Dimengerti, Mendambakan Perasaan Diterima di Semua Aspek
”Kami memandang perlu untuk datang ke sini (menemui Dedi Mulyadi) sekaligus membangun kerja sama dalam mendukung pembangunan Jawa Barat,” kata Tonny.
Orang nomor satu di TNI AU itu memandang bahwa keberadaan 7 lanud di Jabar menjadi peluang untuk mengoptimalkan sumber daya dalam mendukung program pembangunan daerah. Sehingga kedua pihak memutuskan melakukan kerja sama erat.
”TNI Angkatan Udara memiliki sumber daya, sementara pemerintah daerah memiliki program dan prioritas yang harus dilaksanakan. Apabila seluruh potensi tersebut disatukan, tentu akan menjadi kekuatan bersama untuk membangun Jawa Barat,” bebernya.
Atas sambutan dari Dedi Mulyadi, Tonny menyampaikan apresiasi. Dia memastikan komitmen TNI AU bersama Pemda Jabar dalam memperkuat kolaborasi. Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan masyarakat.
Baca Juga: Wamenag Sebut Santri Butuh MBG Sebelum Insiden Dugaan Keracunan
Tidak hanya itu, kolaborasi antara TNI AU dengan Pemda Jabar diharapkan semakin memperkuat sinergi antarlembaga. Sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi yang dimiliki untuk mendukung berbagai program pembangunan di wilayah Jabar.
Sebelumnya, Bandara Internasional Kertajati disebut akan menambah fasilitas TNI AU di Jabar. Kementerian Pertahanan (Kemhan) bakal menjadikan aset di Majalengka itu sebagai pangkalan dan bengkel pesawat-pesawat Angkatan Udara. Termasuk pesawat angkut dan pesawat tempur.
”Sesuai dengan rencana strategis kita, bahwa kita akan mendapatkan fasilitas Lapangan Udara Kertajati yang akan kita pergunakan untuk kebutuhan pemeliharaan, kebutuhan pangkalan udara, dan juga untuk kebutuhan teknis lain,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dikutip Kamis (20/8).
Keberadaan fasilitas di Kertajati tetap diperkuat oleh fasilitas yang sudah tersedia di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Dalam operasionalnya, Kemhan mengandalkan perusahaan industri nasional dan industri pertahanan (inhan) dalam negeri. Yakni PTDI dan Garuda Maintenance Facility (GMF).
Menurut Sjafrie, saat ini sudah berlangsung revitalisasi peralatan teknis berkaitan dengan hal itu. Dengan begitu, kedepan Indonesia akan memiliki inhan yang mampu melakukan pemeliharaan pesawat canggih dan modern. Bukan hanya untuk kepentingan TNI AU, melainkan banyak pihak.
”Ini yang menjadi pemikiran kita ke depan yang juga menjadi konsep dari bapak presiden, bagaimana pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri,” ujarnya.