JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tidak hanya berfokus pada pemadaman api.
Penanganan Karhutla juga mencakup dampak terhadap masyarakat serta pemulihan kawasan hutan, dengan melibatkan berbagai unsur secara bersama-sama.
“Jadi memang penanganan karhutla ini harus komprehensif,” kata Raja Juli Antoni setelah meninjau langsung penanganan Karhutla di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, dikutip Minggu (30/8).
Ia menilai pendekatan menyeluruh menjadi hal penting karena Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Hotspot Karhutla Sentuh 20 Ribu Titik, Kalteng dan Kalbar Paling Parah
Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga terkait.
“Jadi sekali lagi, Riau saya kira menjadi contoh yang baik ya, bahwa tidak hanya pemadamannya, tetapi juga dampak sosial kesehatan juga ditangani,” ujarnya.
Selain upaya pemadaman, Raja Juli juga menekankan perhatian terhadap proses pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran.
Ia menyebut kegiatan penanaman kembali telah dilakukan secara bersamaan dengan proses pemadaman di sejumlah lokasi.
Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla dapat dilakukan secara simultan, sehingga pemulihan lingkungan tidak harus menunggu seluruh proses pemadaman selesai.
Baca Juga: Pelaku Penanaman Sawit di Lahan Eks Karhutla Bengkalis Ditangkap
“Alhamdulillah ini juga Riau maju sekali ya. Kita masih pada proses pemadaman, tetapi saat bersamaan sudah diikuti dengan proses penanaman. Saya kira ini bisa dilakukan secara simultan ya,” tegasnya.
Raja Juli turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan Karhutla di Riau.
Kolaborasi melibatkan unsur TNI dan Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, hingga Masyarakat Peduli Api.
"Sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengendalian kebakaran, perlindungan masyarakat, hingga pemulihan lingkungan," pungkasnya.
Baca Juga: 30 Agustus-1 September Potensi Hujan di Riau, Maksimalkan Pemadaman Karhutla